Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemprov Kaltim Ancam Tutup Sementara Jembatan Mahulu

Eko Pralistio • Minggu, 25 Januari 2026 | 21:39 WIB

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda kembali ditabrak tongkang bermuatan batu bara bernama Marine Power 3066 pada Minggu (25/1).

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan armada tambang di Sungai Mahakam, sekaligus memunculkan kembali kekhawatiran atas keselamatan infrastruktur vital di Samarina itu.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, tabrakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Berdasarkan investigasi awal Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, sejumlah elemen struktur jembatan, termasuk fender dan pilar, mengalami goresan akibat benturan.

Baca Juga: Jembatan Mahulu Samarinda Ditabrak Lagi, Tambatan Ilegal Diduga Punya Aparat Penegak Hukum

“Ada tongkang yang sedang tambat ditabrak tongkang yang bergerak sehingga talinya terlepas. Ini tidak bisa kita maafkan begitu saja. Ini masalah serius bagi daerah,” ujar Seno, Minggu (25/1/2026).

Jembatan Mahakam Ulu, lanjut dia, saat ini menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas warga Samarinda dan sekitarnya. Ketergantungan terhadap jembatan ini semakin besar setelah Jembatan Mahakam Lama, Mahakam Kembar dan Mahkota II tidak lagi dapat dilalui kendaraan bertonase besar.

“Kalau jembatan ini terganggu, dampaknya langsung ke ekonomi dan logistik kita,” kata Seno. Pemprov Kaltim, kata Seno, berencana menggelar rapat lanjutan untuk mengevaluasi dampak teknis tabrakan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan risiko keselamatan, opsi penutupan sementara jembatan tidak dikesampingkan.

Baca Juga: Hasil Investigasi Awal PUPR Kaltim, Kondisi Jembatan Mengkhawatirkan

Seno juga menyinggung hasil rapat koordinasi sebelumnya dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Dalam rapat itu, KSOP berjanji mengatur jadwal hilir-mudik tongkang di sekitar jembatan, namun implementasinya dinilai belum berjalan optimal.

“KSOP berjanji mengatur waktu hilir mudik tongkang. Tapi implementasinya perlu kita ketahui. Jam lima pagi itu bukan waktu ideal untuk balik ke bawah, tapi karena ada insiden di hulu Mahakam, tabrakan ini terjadi,” ujarnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Jembatan Mahulu #seno aji #samarinda #jembatan mahulu ditabrak tongkang