Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Patung Bung Karno Tertinggi di Luar Jawa Resmi Berdiri di Sangasanga

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Rabu, 28 Januari 2026 | 09:50 WIB

Patung Bung Karno setinggi 12,5 meter di Ruang Terbuka Hijau Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026), disaksikan jajaran pejabat daerah dan tamu undangan.
Patung Bung Karno setinggi 12,5 meter di Ruang Terbuka Hijau Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026), disaksikan jajaran pejabat daerah dan tamu undangan.

SANGASANGA – Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, setinggi 12,5 meter resmi berdiri di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (27/1/2026).

Monumen ini tercatat sebagai patung Bung Karno tertinggi pertama di luar Pulau Jawa sekaligus ditetapkan sebagai ikon baru wisata sejarah di kawasan yang dikenal sebagai Kota Juang tersebut.

Peresmian patung yang terintegrasi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga ini menandai upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menghidupkan kembali ruang publik berbasis sejarah, edukasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Upacara Parade Peringatan Merah Putih Sangasanga ke-79 Dimeriahkan Operet

Kawasan ini dirancang sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan pariwisata, sekaligus pengingat atas peran penting Sangasanga dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Patung Bung Karno berdiri megah dengan gestur tangan mengepal dan pandangan mengarah ke kejauhan, merepresentasikan karakter Soekarno sebagai orator ulung, pemimpin revolusioner, sekaligus penggagas Pancasila. Sosok Proklamator itu dihadirkan dalam balutan seragam dan peci, menegaskan figur ikonik yang melekat dalam ingatan kolektif bangsa.

Peresmian dihadiri anggota DPRD Kaltim, DPRD Kukar, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta perwakilan keluarga Bung Karno. Prosesi pembukaan patung dilakukan dengan pengangkatan penutup menggunakan drone, disaksikan langsung oleh para tamu undangan dan masyarakat.

Baca Juga: Renungan Suci Kenang Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79

Perwakilan keluarga Bung Karno, Djarot Saiful Hidayat, yang hadir mewakili Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar atas inisiatif membangun patung tersebut. Menurutnya, patung Bung Karno di Sangasanga termasuk salah satu karya terbaik yang pernah ia lihat.

“Saya sudah banyak berkeliling ke berbagai daerah, dan ini adalah salah satu patung Bung Karno yang sangat bagus. Karya ini dibuat oleh seniman yang sangat baik, Pak Sunaria dari Bandung, yang juga membangun patung Proklamator di Cengkareng,” kata Djarot.

Ia menambahkan, keberadaan patung Bung Karno bukan hanya simbol fisik, melainkan sarana pendidikan sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: Pengawas Perikanan PSDKP Kaltim Temukan Dugaan Praktik Setrum Ikan di Perairan Sangasanga

“Dengan adanya patung ini, kita didorong untuk mempelajari sejarah agar tidak melupakan perjuangan bangsa, terutama peran Bung Karno dalam memerdekakan Republik Indonesia,” ujarnya.

Djarot berharap kawasan Patung Bung Karno dapat berkembang menjadi ruang edukasi dan ekspresi budaya. Menurutnya, ruang publik seperti ini penting untuk membangun karakter dan kepribadian bangsa melalui seni, diskusi, dan kegiatan kebudayaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan bahwa pengembangan kawasan RTH Sangasanga masih akan terus dilanjutkan. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti musala serta penataan ruang bagi pelaku UMKM, tengah disiapkan agar kawasan tersebut semakin nyaman dan tertata.

Baca Juga: Program Pendamping Desa dan Kelurahan Kukar Idaman Berakhir, Pemkab Siapkan Skema Baru

“RTH ini masih membutuhkan fasilitas umum lainnya, termasuk musala dan penataan UMKM supaya lebih tertib dan nyaman,” ujar Rendi.

Pemkab Kukar juga telah menyiapkan anggaran untuk menghidupkan kawasan tersebut melalui agenda seni dan budaya secara rutin. Salah satunya melalui program “Soekarno Night” yang direncanakan digelar setiap malam Minggu atau dua pekan sekali, menampilkan kesenian dan budaya khas Sangasanga.

“Untuk tahun ini anggarannya sudah tersedia. Mudah-mudahan bisa konsisten, seperti kegiatan yang ada di Simpang Odah Etam,” jelasnya.

Rendi menjelaskan, pemilihan Patung Bung Karno sebagai ikon Sangasanga telah melalui kajian panjang sejak 2022. Tahap awal dimulai dari peninjauan lokasi dan kesiapan lahan, dilanjutkan perencanaan dan penganggaran pada 2023, hingga pembangunan fisik yang dimulai pada 2024.

Baca Juga: Panen Raya Jagung PT TSB Perkuat Ketahanan Pangan di Muara Badak

Total anggaran pengembangan kawasan RTH dan Patung Bung Karno mencapai hampir Rp30 miliar, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan ruang terbuka hijau. Pemkab Kukar, kata Rendi, memastikan pembangunan ikon daerah selalu diiringi pemerataan infrastruktur di sekitarnya.

“Kami pastikan tidak ada ketimpangan sosial di sekitar ikon pembangunan. Akses jalan, termasuk jalur dua dan gang-gang di Sangasanga Dalam, harus tertata dan layak,” tegasnya.

Anggota DPRD Kukar Dapil IV Rahmat Dermawan menyebut pembangunan RTH dan Patung Bung Karno merupakan bentuk hadiah pemerintah daerah bagi masyarakat Sangasanga, sekaligus penegasan kembali identitas wilayah tersebut sebagai Kota Juang.

Baca Juga: Pemkab Kukar Siapkan Inovasi Hidran Kering: Pilot Project di Tenggarong

“Patung Bung Karno ini merefleksikan Proklamator Republik Indonesia dan menjadi pengingat bahwa di Sangasanga pernah terjadi sejarah besar perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Selain fungsi simbolik, kawasan RTH juga diharapkan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru. Kehadiran ruang publik yang representatif dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Dengan adanya RTH dan patung ini, diharapkan muncul destinasi wisata baru yang bisa dimanfaatkan untuk rekreasi sekaligus wisata sejarah,” kata Rahmat. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#patung Bung Karno #kukar #Sangasanga