KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengkaji kemungkinan kembali menurunkan subsidi, khususnya subsidi ongkos angkut, sebagai upaya menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahulu Suhuk menanggapi kondisi kenaikan harga sembako yang hampir selalu terjadi ketika kemarau, terutama di wilayah hulu riam di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Menurutnya, kenaikan harga di daerah tersebut sudah menjadi pola berulang akibat keterbatasan akses dan tingginya biaya distribusi.
“Kalau memang biasanya, ketika terjadi kemarau panjang, harga di Mahulu, khususnya di wilayah hulu, memang mengalami kenaikan,” ujarnya baru-baru ini.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Mahulu sebelumnya telah mengaktifkan kembali subsidi ongkos angkut.
Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap pengkajian dan evaluasi agar dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita siasati dengan mengaktifkan kembali subsidi ongkos angkut. Nanti akan kita pelajari terus, dievaluasi. Masih dalam tahap pengkajian,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi dan disempurnakan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan beban masyarakat dapat diringankan sekaligus menekan harga-harga sembako, khususnya di dua kecamatan wilayah hulu.
“Dengan adanya bantuan itu, ke depan bisa meringankan masyarakat atau menekan harga sembako di dua kecamatan yang ada di hulu,” tambahnya.
Selain persoalan harga kebutuhan pokok, wakil bupati juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan menuju Mahulu, terutama akses ke Long Pahangai dan Long Apari.
Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Saya mohon doa dan dukungan teman-teman media agar jalan ke Mahulu, khususnya ke Long Pahangai dan Long Apari, bisa dikerjakan. Ini sebenarnya bukan ranah kita, tapi ranah provinsi dan pusat,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat mendampingi kunjungan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, perhatian terhadap akses jalan tersebut juga telah disampaikan.
Bahkan, gubernur disebut akan memfokuskan pembangunan jalan ke wilayah Long Pahangai dan Long Apari.
Pemkab Mahulu pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyuarakan kebutuhan daerah ke pemerintah pusat dan provinsi agar mendapat perhatian, terutama dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Untuk diketahui harga kebutuhan pokok seperti beras sudah mencapai 650 ribu per sak ukuran 20 kg dan bensin naik hingga 20 ribu per liter.
“Kita minta juga dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama menyampaikan ke pemerintah pusat dan provinsi agar ada perhatian, khususnya untuk membantu wilayah perbatasan pada saat musim kemarau,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto