Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Perdagangan Karbon Sumbang Pendapatan, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Sebut Mangrove dan Gambut Jadi Sumber Ekonomi Masa Depan

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 30 Januari 2026 | 05:35 WIB
Hutan mangrove di Hendrawisata Pesona Mangrove Balikpapan.
Hutan mangrove di Hendrawisata Pesona Mangrove Balikpapan.

KALTIMPOST.ID-Kaltim mulai memetik hasil dari pengembangan ekonomi hijau melalui perdagangan karbon.

Pada 2025, provinsi ini tercatat telah membukukan penjualan karbon trading dengan nilai sekitar Rp 9 juta, dan masih memiliki sisa potensi karbon senilai Rp 4,1 juta yang siap diperdagangkan di pasar.

Capaian tersebut menurut Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menunjukkan sektor ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana.

Melainkan sudah mulai memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. “Itu baru bicara soal karbon trading. Potensinya masih sangat besar,” kata Rudy.

Menurutnya, perdagangan karbon hanyalah salah satu pintu masuk dari ekosistem ekonomi hijau yang lebih luas.

Kaltim juga memiliki aset ekologis lain bernilai tinggi. Seperti ekosistem mangrove dan lahan gambut, yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pendapatan.

Rudy menjelaskan, setiap satu hektare mangrove bisa menghasilkan sekitar Rp 1 juta per tahun dari nilai karbon yang dapat diperdagangkan.

Dengan luasan mangrove yang cukup besar, potensi ekonomi dari sektor ini dinilai dapat menjadi salah satu penopang baru pendapatan daerah.

“Ekonomi hijau itu bukan hanya soal hutan atau sayur-mayur, tetapi bagaimana keberlanjutan lingkungan kita dijaga. Mangrove menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Selain mangrove, lahan gambut juga menyimpan cadangan karbon yang besar. Rudy menyebut, gambut dunia hanya terdapat di lima kawasan utama, dan sebagian besarnya berada di Pulau Kalimantan, termasuk Kaltim.

Setiap hektare gambut mampu menyimpan hingga 500 kilogram karbon yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.

“Itu potensi ekonomi yang selama ini jarang dilihat, padahal di tingkat global ekonomi hijau dan green energy sudah menjadi sektor yang sangat menjanjikan,” tuturnya.

Ke depan, pemerintah provinsi mendorong penguatan regulasi, tata kelola, serta kolaborasi dengan sektor swasta agar perdagangan karbon dan pemanfaatan aset ekologis dapat berjalan lebih terstruktur.

"Dengan begitu, ekonomi hijau diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Kaltim,” ucapnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #wali kota balikpapan #Hendrawisata Pesona Mangrove #hutan mangrove #Gubernur Kaltim Rudy Mas ud #Kutai Barat