KALTIMPOST.ID-Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim yang masih berada di kisaran 5,1 persen menjadi salah satu perhatian utama pemerintah provinsi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, arah pembangunan ekonomi ke depan difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan energi terbarukan sebagai sumber penciptaan lapangan kerja baru.
“Ekonomi hijau, ekonomi biru, dan energi terbarukan inilah yang harus kita dorong, karena selain menjaga lingkungan, sektor-sektor ini juga mampu menciptakan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ungkap Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Ia menilai, transformasi menuju ekonomi berkelanjutan bukan hanya penting dari sisi lingkungan, tetapi juga strategis untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Lebih lanjut ia menjelaskan, perubahan arah pembangunan dari ekonomi berbasis ekstraksi menuju ekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang siap beradaptasi.
Maka, peran perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menjadi sangat penting dalam menyiapkan generasi muda dengan kompetensi yang relevan.
Menurutnya, sektor-sektor seperti pengelolaan mangrove, restorasi gambut, energi terbarukan, hingga perdagangan karbon akan memerlukan tenaga kerja dengan keahlian baru, mulai dari aspek teknis, riset, hingga manajemen lingkungan.
“Di tingkat global, ekonomi hijau dan green energy sudah menjadi sektor yang sangat menjanjikan. Kita harus menyiapkan anak-anak muda Kaltim agar tidak hanya menjadi penonton,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perguruan tinggi seperti Universitas Balikpapan, diharapkan terbangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang mendorong lahirnya green jobs di daerah.
“Transformasi ini diharapkan tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga menciptakan struktur ekonomi Kaltim yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.