Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Targetkan Swasembada Pangan 2026, Andalkan Teknologi Drone dan Mekanisasi

Bayu Rolles • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:46 WIB

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Bayu/KP)
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Bayu/KP)

KALTIMPOST.ID, Target swasembada pangan Kaltim pada 2026 terus dikejar lewat program percepatan cetak sawah. Dari alokasi 20 ribu hektare yang disiapkan pemerintah pusat, realisasi di lapangan baru menyentuh sekitar 6.600 hektare.

Jalan menuju target itu belum sepenuhnya mulus. Sejumlah kendala masih mengemuka, mulai dari penyusutan luasan lahan dibanding usulan awal sampai kegagalan panen akibat kondisi air Sungai Mahakam yang tak menentu.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, swasembada pangan hanya mungkin tercapai bila seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat dan seirama. Organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kelompok tani dituntut mempercepat langkah.

Baca Juga: Sulitnya Cetak Sawah di Kaltim: Terganjal HGU dan Kawasan Hutan

“Kalau 20 ribu hektare ini bisa kita cetak dan panen dua kali setahun, swasembada pangan Kaltim bisa tercapai. Produksinya bisa di kisaran 350 ribu sampai 400 ribu ton per tahun. Tapi progres sekarang masih lambat, sementara target dari pusat cukup ketat,” ujarnya.

Dia mencontohkan panen raya di Bukit Biru sebagai gambaran potensi yang bisa dicapai. Di lahan percontohan seluas 10 hektare, petani mampu menghasilkan panen sekitar 6,8 ton. Hasil itu hadir dari pemanfaatan teknologi pertanian modern, mulai dari mekanisasi, pemetaan lahan berbasis teknologi, hingga pemupukan memakai drone.

“Ini bukti kita mampu. Tinggal bagaimana mempercepat pendataan CPCL, verifikasi lapangan, dilanjutkan SID, lalu segera menetapkan denah sawah. Waktu kita tidak banyak, hanya sekitar 10 bulan ke depan,” katanya.

Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan 2026, Kaltim Siapkan 9.500 Hektare Lahan Cetak Sawah

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan memastikan seluruh usulan cetak sawah rakyat akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi berbasis overlay peta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian lahan dengan kawasan budidaya pertanian sesuai regulasi yang berlaku.

Berdasarkan data provinsi, dari total 12,7 juta hektare luas wilayah Kalimantan Timur, sekitar 3,6 juta hektare merupakan kawasan pertanian. Namun di tingkat kabupaten/kota, porsi terbesar lahan justru dialokasikan untuk perkebunan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan program cetak sawah rakyat.

“Radiogram kementerian mencatat alokasi 11.500 hektare di Kutai Barat, 6.500 hektare di Kutai Kartanegara, dan 2.000 hektare di Berau. Untuk Berau, seluruhnya sudah clear dan saat ini masih berproses pada tahap SID,” jelas Fahmi.v (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Wagub Kaltim Seno Aji #kaltim #cetak sawah #Swasembada Pangan 2026 #Cetak Sawah 2026