Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lubang Raksasa Aceh Tengah Terus Meluas, Badan Geologi Ungkap Ancaman ke Permukiman

Uways Alqadrie • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:48 WIB
Lubang tanah berukuran besar di Aceh Tengah terus melebar dan dinilai berpotensi mengancam permukiman warga.  (Instagram.com/@trendingbuzz.id)
Lubang tanah berukuran besar di Aceh Tengah terus melebar dan dinilai berpotensi mengancam permukiman warga. (Instagram.com/@trendingbuzz.id)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Fenomena lubang tanah berukuran besar yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus mengalami perluasan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan kawasan sekitar, termasuk area permukiman warga.

Plt Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa peristiwa di Aceh Tengah memiliki kemiripan dengan sinkhole yang umum terjadi di kawasan karst. Namun, karakter geologi setempat menunjukkan mekanisme yang berbeda karena tersusun dari material vulkanik.

“Lubang amblasan biasanya dikaitkan dengan batuan gamping, tetapi kejadian di Pondok Balik menunjukkan bahwa batuan vulkanik juga rentan mengalami fenomena serupa, meskipun proses terjadinya tidak sepenuhnya sama,” ujar Lana, Minggu (1/2/2026).

Berdasarkan penelusuran Badan Geologi, pergerakan tanah di lokasi tersebut bukanlah peristiwa baru. Warga setempat menyebutkan tanda-tanda ketidakstabilan tanah sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan semakin aktif pada musim hujan.

Kondisi geologi kawasan tersebut didominasi oleh batuan vulkanik jenis tufa yang bersifat lepas dan berpori. Ditambah dengan kemiringan lereng yang sangat curam serta keberadaan saluran irigasi di bagian selatan, risiko runtuhan tanah dinilai semakin tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Air yang mengalir dan meresap ke dalam tanah mempercepat proses pelapukan batuan. Akibatnya, lereng menjadi jenuh air dan kehilangan kestabilan. Situasi ini diperparah oleh pengikisan tebing secara perlahan dari arah samping oleh aliran air, yang membuat lubang terus melebar.

“Ketika massa batuan menjadi lebih berat akibat air dan kestabilan lereng menurun, maka runtuhan dan longsoran sangat mungkin terjadi. Selama aliran air bawah permukaan masih berlangsung, potensi perluasan lubang akan tetap ada,” jelas Lana.

Badan Geologi mengingatkan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Upaya mitigasi dan pengendalian aliran air menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana yang lebih besar, khususnya bagi permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi lubang tanah.

Editor : Uways Alqadrie
#sinkhole adalah #lubang besar #kabupaten aceh tengah #kementerian esdm #provinsi aceh