Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cari Jalan Lain Swasembada Beras, Cetak Sawah Kaltim Dorong Padi Gogo dan Lahan Bekas Tambang

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 1 Februari 2026 | 17:20 WIB

 

PEMANFAATAN: Selain gencar mencetak sawah, pemanfaatan lahan untuk padi gogo dan pasca tambang juga dilakukan.
PEMANFAATAN: Selain gencar mencetak sawah, pemanfaatan lahan untuk padi gogo dan pasca tambang juga dilakukan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Keterbatasan lahan yang memenuhi kriteria cetak sawah mendorong pemerintah Kalimantan Timur mencari alternatif lain untuk meningkatkan produksi padi.

Selain membuka sawah baru, pemanfaatan lahan pascatambang serta pengembangan padi gogo dan padi gunung menjadi bagian dari strategi yang terus didorong.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan, menyebutkan bahwa pendekatan itu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk tanaman pangan.

“Pemanfaatan lain juga lewat pasca tambang, pemanfaatan kebun sawit dengan jenis padi gogo itu tetap dilakukan. Termasuk padi-padi gunung,” kata Fahmi.

Menurutnya, padi gogo menjadi salah satu opsi karena tidak membutuhkan genangan air seperti sawah konvensional. Pola budidaya itu dinilai lebih adaptif terhadap kondisi geografis Kaltim yang tidak seluruhnya memiliki jaringan irigasi.

Selain itu, padi gunung juga dikembangkan di beberapa wilayah yang memiliki karakter lahan kering dan berbukit. Meski produktivitasnya berbeda dengan padi sawah, komoditas tersebut tetap berkontribusi dalam memperluas basis produksi pangan daerah.

Fahmi menjelaskan, pemanfaatan lahan pasca tambang untuk pertanian pangan juga terus dikaji. Lahan bekas tambang dinilai memiliki potensi jika dilakukan pengelolaan dan perbaikan kesuburan tanah secara bertahap, sehingga dapat mendukung budidaya tanaman pangan.

Pendekatan alternatif ini sekaligus menjadi solusi di tengah ketatnya aturan cetak sawah yang tidak memperbolehkan tumpang tindih dengan kawasan perizinan lain.

Dengan memanfaatkan lahan-lahan yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan utama sebelumnya, pemerintah berupaya membuka ruang baru bagi produksi pangan.

Strategi tersebut diharapkan dapat melengkapi program cetak sawah yang selama ini menjadi tulang punggung peningkatan luas tanam padi. Dengan kombinasi berbagai pendekatan, Kaltim berupaya memperkuat kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#lahan bekas tambang #kaltim #sawah #Padi Gogo #cetak sawah #padi #kalimantan timur #swasembada