KALTIMPOST.ID, SAMARINDA— Sejumlah mahasiswa mengeluhkan layanan pengaduan Gratispol, yang dinilai lambat dalam membalas pertanyaan-pertanyaan mahasiswa. Akibatnya, sejumlah mahasiswa menanyakan langsung lewat kolom komentar media sosial Gratispol.
Kepada awak media, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, tak menepis bahwa adanya keterbatasan personel dalam pelayanan.
Saat ini, disebutnya hanya 10 orang admin yang menangani layanan Gratispol. Tak sebanding dengan jumlah mahasiswa penerima manfaat yang diperkirakan sekitar 100 ribu orang.
Baca Juga: 30 Aduan Masuk, Mahasiswa Keluhkan Kacanya Tata Kelola Gratispol Kaltim
"Admin kami hanya 10 orang. Dalam sehari, maksimal bisa melayani sekitar 100 orang. Sementara yang dilayani ribuan, bahkan puluhan ribu mahasiswa," kata Dasmiah, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, pesan yang masuk melalui WhatsApp layanan Gratispol sangat banyak dan tidak bisa langsung dijawab seluruhnya dalam satu waktu. Selain merespons pertanyaan, para admin juga bertugas melakukan verifikasi data pendaftar yang membutuhkan ketelitian dan waktu.
“Pesan masuk itu bukan hanya dijawab, tapi juga harus diverifikasi. Biasanya malam baru bisa dijawab. Jadi kami mohon mahasiswa bersabar, pasti akan dijawab bergiliran,” ujarnya.
Selain keterbatasan personel, Dasmiah juga mengajak kepada pendaftar untuk membaca seluruh petunjuk pengisian. Sebab, lanjut dia, banyak kendala muncul karena mahasiswa tidak membaca petunjuk pengisian secara menyeluruh.
Baca Juga: Mahasiswa Gagal Terima Gratispol, Pengamat Nilai Pemprov Kaltim Gagal Berkomunikasi
“Kalau dibaca pelan-pelan, sebenarnya mudah. Tapi karena ingin cepat selesai, ada yang melewatkan petunjuk, lalu bertanya ke admin,” jelasnya.
Dasmiah mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk membudayakan membaca panduan dengan cermat sebelum mengisi data. Kesalahan pengisian, kata dia, sering kali terjadi karena pendaftar langsung mengisi tanpa memahami instruksi.
Terkait sumber daya manusia yang kurang itu, Dasmiah menegaskan seluruh admin dan verifikator Gratispol direkrut secara khusus dan bukan berasal dari Tim Pengelola Program Gratispol (TP2GP) maupun pegawai internal Biro Kesra.
Baca Juga: Menakar Muruah Regulasi Gratispol
“Admin dan verifikator itu 10 orang, hasil rekrutmen. Bukan dari TP2GP. Pegawai Kesra sendiri jumlahnya terbatas,” tegasnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Dasmiah, menyadari keterbatasan tersebut dan membuka peluang evaluasi ke depan. Namun, penambahan admin masih terkendala anggaran. “Ke depan pasti ada evaluasi. Tapi saat ini kami juga harus sadar keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki