KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Upaya memperluas sawah di Kalimantan Timur tidak hanya dibatasi oleh kesiapan teknis dan sosial, tetapi juga oleh faktor lingkungan. Pemerintah daerah menegaskan, tidak semua lahan dapat dijadikan sawah karena adanya ketentuan ekologis yang diatur ketat dalam petunjuk teknis (juknis) pemerintah pusat.
Aspek lingkungan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penetapan lokasi cetak sawah. Beberapa jenis lahan memiliki keterbatasan untuk dikembangkan menjadi sawah, terutama lahan rawa dengan kondisi tertentu dan kawasan gambut.
Dalam juknis yang disusun Kementerian Pertanian, salah satu kriteria teknis menyebutkan bahwa lahan rawa dengan kedalaman genangan air lebih dari satu meter tidak direkomendasikan untuk kegiatan cetak sawah. Ketentuan tersebut menjadi batas yang tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan dan kelayakan budidaya padi.
Kaltim memiliki kawasan gambut, meskipun tidak seluas provinsi lain di Kalimantan. Kondisi tersebut tetap menuntut kehati-hatian dalam perencanaan cetak sawah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.
“Kawasan gambut kita hanya sekitar 400 ribu hektare, tidak sebanyak di Kalimantan Tengah misal. Untuk rawa kurang dari satu meter, masih bisa dilakukan cetakk sawah. Makanya pendekatan selanjutnya agar memastikan lokasi poligon yang terukur,” papar Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan.
Selain itu, pembukaan lahan baru untuk sawah juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan lain, seperti perubahan aliran air, risiko pencemaran tanah, hingga kualitas air di sekitarnya. Oleh karena itu, setiap lokasi yang diusulkan harus disertai dengan kajian lingkungan sebelum ditetapkan untuk pembangunan sawah.
Menurut Fahmi, kehati-hatian penting agar program ketahanan pangan tidak menimbulkan persoalan baru. Dia berupaya memastikan bahwa cetak sawah dilakukan di lokasi yang secara ekologis aman dan sesuai dengan daya dukung lingkungan.
Pendekatan tersebut membuat proses pencarian lokasi cetak sawah di Kaltim menjadi tidak mudah. Banyak lahan yang secara kasatmata terlihat luas dan potensial, namun setelah dikaji lebih dalam ternyata tidak memenuhi kriteria lingkungan yang ditetapkan dalam juknis.
“Kita tidak bisa hanya melihat luasannya saja. Lingkungan harus jadi pertimbangan utama,” tegas Fahmi. (*)
Editor : Duito Susanto