KALTIMPOST.ID, Nama Jeffrey Epstein mendadak jadi perbincangan publik. Namanya menduduki puncak di pencarian Google usai Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait dirinya.
Dokumen ini membuka kembali rangkaian panjang kasus hukum, jaringan pergaulan elite, serta dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan kekayaan yang selama bertahun-tahun menyelimuti sosok mantan taipan keuangan tersebut.
Sosok Jeffrey Epstein juga dikaitkan dengan banyak tokoh besar dunia seperti Donald Trump, Bill Clinton, Elon Musk, hingga Bill Gates.
Lantas siapa sebenarnya Jeffrey Epstein?
Jeffrey Edward Epstein lahir di New York pada 1953. Ia merupakan pengajar matematika dan fisika di Dalton School, sebuah sekolah swasta bergengsi di New York.
Dari lingkungan pendidikan inilah jalannya ke dunia keuangan mulai terbuka.
Ayah salah satu muridnya disebut terkesan dengan kemampuan Jeffrey Epstein, lalu mengenalkannya kepada seorang mitra senior di bank investasi Wall Street, Bear Stearns.
Ia pun bergabung dengan Bear Stearns, kemudian lantas mendirikan perusahaannya sendiri, J. Epstein & Co., yang mengelola aset kekayaan para miliarder (hanya menerima klien dengan aset di atas 1 miliar dolar AS).
Seiring meningkatnya kekayaan, Jeffrey Epstein mulai membangun gaya hidup mewah dengan memiliki rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, serta properti yang disebut-sebut sebagai rumah pribadi terbesar di New York.
Kekayaannya tersebut juga membawanya masuk ke lingkaran selebritas, politikus, seniman, hingga tokoh akademik ternama.
Ia juga dikenal memiliki jaringan pergaulan luas yang mencakup berbagai kalangan elite. Ia kerap terlihat bersama tokoh publik terkenal dan menghadiri berbagai kegiatan sosial eksklusif.
Sisi Gelap Jeffrey Epstein: Predator Seksual Elite
Di balik kemewahannya, Jeffrey Epstein menjalankan jaringan gelap. Sejak 2005, polisi mulai mencium aksi bejatnya.
Ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan gadis di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun.
Pada 2008, Jeffrey Epstein sempat dihukum, tapi hanya dipenjara 13 bulan berkat kesepakatan hukum yang kontroversial.
Barulah pada 2019, ia ditangkap kembali atas tuduhan perdagangan seks anak di Florida dan New York.
Selama masa penahanan, ia sempat dirawat di rumah sakit akibat cedera leher, sebelum akhirnya kembali ke sel tahanan.
Pada Agustus 2019, Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di dalam selnya. Kematian tersebut secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri. Namun, publik tidak percaya begitu saja.
Banyak teori konspirasi muncul karena kamera CCTV di depan selnya disebut rusak atau hilang saat kejadian.
Karena kematiannya ini, membuat kasus pidananya gugur, sehingga banyak rahasia terkubur bersamanya.
Dokumen yang Dibuka ke Publik
Dokumen terbaru yang dirilis pada 2026 mengungkap hubungan Jeffrey Epstein dengan berbagai tokoh dunia. Di antaranya:
- Donald Trump: Pernah memuji Epstein sebagai pria hebat pada tahun 2002, meski kemudian mengaku sudah tidak berhubungan setelah insiden di klub Mar-a-Lago.
- Bill Clinton dan Pangeran Andrew: Keduanya sering dikaitkan dengan perjalanan di pesawat pribadi Epstein.
- Elon Musk, Bill Gates, Steve Bannon, dan Peter Thiel: Dokumen terbaru menunjukkan nama-nama ini masih memiliki kaitan atau interaksi tertentu dalam lingkaran sosial atau bisnis Epstein di masa lalu.