KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Timur menutup 2025 dengan kejutan signifikan.
Setelah bergerak stabil sepanjang tahun, nilai ekspor Kaltim melonjak tajam pada Desember, mencerminkan peran strategis sektor migas dan nonmigas dalam menopang arus devisa daerah.
Akselerasi ekspor pada bulan terakhir 2025 menunjukkan penguatan kinerja bulanan yang cukup kontras dibandingkan periode sebelumnya.
“Ekspor Kaltim pada Desember 2025 naik 36,77 persen dibandingkan dengan November 2025, yaitu USD1.685,71 juta menjadi USD2.305,59 juta,” jelas Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Ariyanti Cahyaningsih.
Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan ekspor dua kelompok utama, yakni migas dan nonmigas. Ekspor migas mencatat peningkatan yang sangat tinggi, sementara nonmigas tetap menunjukkan tren positif meski dengan laju relatif stabil.
Pada Desember 2025, nilai ekspor migas tercatat USD264,91 juta, melonjak dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level USD126,28 juta.
Ariyanti memaparkan, lonjakan ekspor migas tersebut tidak terlepas dari peningkatan pengiriman hasil minyak dan gas. Dengan nilai ekspor hasil minyak naik 75,70 persen dari semulai USD42,23 juta pada November 2025 menjadi USD74,20 juta pada Desember 2025.
Selain itu, komoditas gas memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap lonjakan migas secara keseluruhan. “Nilai ekspor gas naik 126,90 persen dari USD84,05 juta pada November 2025 menjadi USD190,71 juta pada Desember 2025,” tambah Ariyanti.
Di sisi lain, ekspor nonmigas juga mengalami peningkatan secara bulanan. Nilainya pada Desember 2025 mencapai USD2.040,68 juta, lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang tercatat USD1.559,43 juta. Kinerja tersebut menunjukkan peran nonmigas tetap dominan dalam struktur ekspor Kaltim.
Namun, jika dilihat secara tahunan, nilai ekspor Desember 2025 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ariyanti menyebut, secara tahunan nilai ekspor mengalami kontraksi 4,67 persen dibandingkan Desember 2024.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai ekspor yakni USD21.098,77 juta. Angka tersebut menunjukkan penurunan 14,46 persen dibandingkan kinerja ekspor pada periode yang sama tahun 2024, mencerminkan tantangan struktural dan dinamika pasar global yang masih mempengaruhi kinerja perdagangan daerah. (*)
Editor : Dwi Restu A