KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Dinas Kesehatan Kaltim memastikan seluruh calon jemaah haji wajib menerima vaksin sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah perlindungan kesehatan, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, di tengah tingginya risiko penularan penyakit pada musim haji.
Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, Andalusia mengatakan, vaksin haji reguler telah didistribusikan ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota yang memperoleh kuota jemaah. Distribusi dilakukan berdasarkan jumlah jemaah yang ditetapkan Kementerian Agama.
“Vaksin sudah kami salurkan ke kabupaten/kota sesuai kuota jemaah. Untuk pelaksanaannya, puskesmas akan ditunjuk oleh masing-masing dinas kesehatan daerah,” kata Andalusia, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Daftar Tunggu Haji Balikpapan Pangkas 10 Tahun, Kini Menjadi 26 Tahun Saja
Mengacu pada ketentuan terbaru pemerintah dan otoritas Arab Saudi, lanjutnya, terdapat tiga vaksin yang wajib diterima calon jemaah haji, yakni vaksin meningitis meningokokus, polio, dan COVID-19. Ketiganya menjadi syarat utama guna menekan risiko penyakit menular selama pelaksanaan ibadah haji.
Dinkes Kaltim mengklaim ketersediaan vaksin telah diperhitungkan sejak awal. Jika terjadi kekurangan di lapangan, penambahan vaksin disebut akan segera dilakukan.
Vaksinasi hanya diberikan kepada jemaah yang telah dinyatakan istithaah atau layak berangkat secara kesehatan. Jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta akan mendapatkan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinkes menegaskan vaksinasi menjadi syarat mutlak keberangkatan. Jemaah yang belum atau menolak vaksin berisiko tertunda keberangkatannya. Kendati demikian, Andalusia menyebut, pembinaan dan edukasi telah dilakukan oleh tenaga kesehatan di daerah masing-masing jauh sebelum masa keberangkatan.
Baca Juga: Sebanyak 547 Jemaah Haji Kabupaten Paser Resmi Lunasi Biaya Haji 2026, Ini Informasi Selanjutnya
Selama masa tunggu haji, lanjut dia, di kabupaten/kota juga terus melakukan pembinaan kesehatan kepada jemaah, termasuk edukasi pencegahan penyakit menular, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik rutin.
Menurut Andalusia, vaksinasi merupakan upaya membangun kekebalan kelompok (herd immunity) untuk melindungi jemaah dari potensi wabah atau kejadian luar biasa penyakit menular di negara tujuan. “Dengan vaksinasi, diharapkan seluruh jemaah, khususnya dari Kaltim, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan sehat,” kuncinya. Untuk diketahui, sebanyak 188 puskesmas se-kabupaten/kota Kaltim diptimalkan melayani vaksinasi calon jemaah haji. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki