KALTIMPOST.ID,PARIS-Tokoh kebudayaan terkemuka sekaligus mantan Menteri Kebudayaan Prancis, Jack Lang, resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Institut Dunia Arab (IMA) pada Sabtu (7/2/2026).
Langkah besar ini diambil di tengah badai tekanan publik setelah namanya muncul secara signifikan dalam dokumen hukum terkait mendiang terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Dalam surat resminya yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, Lang menyatakan niatnya untuk segera menanggalkan jabatan yang telah ia duduki sejak 2013 tersebut. "Saya mengajukan diri untuk menyerahkan pengunduran diri saya," tulis pria berusia 86 tahun itu.
Baca Juga: Benarkah Nama Jokowi Muncul di Epstein Files? Begini Penjelasannya
Keputusan ini menyusul konfirmasi dari jaksa penuntut kejahatan keuangan Prancis mengenai pembukaan penyelidikan awal terhadap Lang dan putrinya, Caroline Lang. Penyelidikan tersebut berfokus pada dugaan pencucian uang yang bersumber dari penipuan pajak, sebuah klasifikasi pelanggaran serius dalam hukum Prancis.
Baca Juga: Profil dan Tampang Aziza Al Ahmadi, Pengusaha UEA yang Kirim Kain Kiswah Kakbah ke Jeffrey Epstein
Laporan dari berbagai media nasional seperti Le Monde dan Mediapart menyebutkan bahwa penyelidikan ini dipicu oleh rilis sekitar 3,5 juta berkas dari Kementerian Kehakiman AS, yang populer disebut sebagai "Epstein Files". Dalam arsip raksasa tersebut, nama Jack Lang tercatat lebih dari 670 kali, menjadikannya tokoh Prancis yang paling sering disebut dalam pusaran dokumen tersebut.
Meski mengundurkan diri, Lang dengan tegas menepis segala tuduhan kriminal yang dialamatkan kepadanya. Melalui pernyataan di media sosial, ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.
"Tuduhan yang diarahkan kepada saya tidak memiliki dasar dan saya akan membuktikannya, melampaui hiruk-pikuk media dan pengadilan digital," tegas Lang. Ia bahkan mengaku merasa "lega" dengan adanya penyelidikan resmi agar ia bisa segera membersihkan namanya.
Skandal ini juga berdampak pada putri Lang, Caroline Lang. Produser film tersebut sebelumnya telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua Serikat Produser Independen. Dokumen surel menunjukkan Caroline pernah mendirikan perusahaan lepas pantai (offshore) bersama Epstein pada 2016 untuk investasi seni.
Baca Juga: Nama Sri Mulyani Tercantum di Epstein Files, Ini Fakta Sebenarnya
Selain itu, ia dikabarkan tercantum sebagai penerima warisan senilai 5 juta euro dalam surat wasiat Epstein. Namun, Caroline membantah keras hal tersebut dalam wawancara dengan France 2, menyatakan bahwa ia tidak pernah melihat dokumen tersebut apalagi menerima dana yang dimaksud.
Pengunduran diri Lang menandai akhir era kepemimpinannya di Institut Dunia Arab, sebuah lembaga riset dan kebudayaan bergengsi di Paris yang menerima subsidi tahunan sebesar 12,3 juta euro (sekitar Rp 207 miliar) dari pemerintah Prancis.
Meskipun pencantuman nama dalam "Epstein Files" tidak secara otomatis membuktikan kesalahan hukum, dampaknya telah menimbulkan guncangan hebat pada reputasi para tokoh publik yang memiliki hubungan sejarah dengan miliarder kontroversial tersebut.(*)
Editor : Hernawati