KALTIMPOST.ID, Peningkatan mutu pendidikan di Kaltim kerap berhadapan dengan persoalan lama soal kesejahteraan guru honorer di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Di daerah pelosok yang jauh dari pusat keramaian itu, pendidikan bertumpu pada para guru yang bekerja dengan pengabdian besar dengan jaminan kesejahteraan yang setimpal.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menilai perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik honorer di kawasan tersebut perlu diperjelas arah dan keberpihakannya.
Baca Juga: Ribuan Guru di Kaltim Belum Diangkat PPPK, Disdikbud Ungkap Kendala Masa Kerja dan Anggaran BOSP
Jika peningkatan kualitas pendidikan jadi tujuan yang terus digaungkan, kata dia, apresiasi terhadap guru honorer di pelosok tidak bisa lagi bersifat simbolik. “Kalau memang benar-benar ingin meningkatkan mesti beri apresiasi jelas untuk honorer di pelosok daerah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurut Darlis, tanggung jawab yang dipikul para guru itu, yang mengajar di wilayah dengan infrastruktur terbatas jelas sebanding dengan tuntutan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Di sisi lain, Darlis juga menyoroti minimnya fasilitas pendidikan layak di kawasan 3T. Tanpa ruang belajar yang memadai dan dukungan infrastruktur yang cukup, proses belajar-mengajar jauh dari kata ideal. Karena itu, Politikus PAN itu meminta pemerintah provinsi memberi perhatian seimbang pada dua hal yang saling terkait kesejahteraan guru dan kelayakan fasilitas.
GuriBaca Juga: APBD Kutim Turun Drastis, TPP Guru Terancam Dipangkas pada 2026
Penyediaan sarana dan infrastruktur, menurutnya, adalah prasyarat agar guru dapat menjalankan perannya secara optimal. Ketimpangan yang terlalu mencolok hanya akan memperlebar jarak mutu pendidikan antarwilayah.
Darlis berharap ke depan tak ada lagi cerita tentang guru honorer yang harus bergulat dengan kesulitan hidup sehari-hari di tengah tugas mencerdaskan generasi muda. "DPRD, akan terus memantau agar kebijakan pendidikan di Kaltim benar-benar inklusif dan menjangkau hingga ke pelosok," katanya singkat. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki