Kunjungan ke sekolah berasrama itu, kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, berawal dari sejumlah aduan yang sebelumnya masuk ke meja mereka.
Keluhan itu terutama berkaitan dengan kehidupan siswa yang tinggal di asrama. “Ada keluhan yang masuk terutama soal siswa yang berasrama,” ujarnya.
Beberapa hal yang disorot menyentuh kebutuhan paling dasar. Seperti menu makanan, ketersediaan air bersih, dan pasokan listrik. Untuk persoalan air, Komisi IV mencatat adanya perbaikan jaringan pipa PDAM yang tengah berjalan.
Sementara gangguan listrik, kata dia, berkaitan dengan kebutuhan peningkatan daya agar aktivitas asrama dapat berjalan lebih stabil.
Soal makanan, hasil peninjauan memperlihatkan persoalan menu yang cenderung seragam dan berulang. Bagi siswa yang hidup dalam ritme asrama, variasi makanan bukan sekadar soal selera, melainkan bagian dari kualitas keseharian.
"Komisi IV berencana mengoordinasikan kemungkinan dukungan dengan pihak MBG guna mencari jalan keluar," sebutnya.
Sementara itu, Kepala SMA 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menerangkan menu makan yang disajikan untuk anak-anak berasrama berasal dari kerja sama dengan pihak ketiga. "Nanti akan kami evaluasi secepatnya," akunya.
Soal daya listrik, sekolah sudah mengurus masalah itu ke PLN. "Masih menunggu, tapi kami sudah ajukan resmi," singkatnya.
Editor : Uways Alqadrie