Kepala Desa Padasari, Mashuri, mengatakan fenomena tanah bergerak belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Demi keselamatan, pemerintah desa meminta warga segera mengosongkan rumah dan memindahkan barang-barang penting ke lokasi aman.
Baca Juga: Botol Parfum Viral, Video Diduga Winda Can di Kamar Mandi Picu Kehebohan Media Sosial
“Selama hujan masih turun, pergerakan tanah berpotensi terus terjadi. Kami minta warga mengungsi lebih dulu,” ujar Mashuri, Senin (9/2/2026).
Akses Jalan Rusak, Evakuasi Terkendala
Upaya membantu sempat terhambat akibat rusaknya akses jalan desa. Sejumlah ruas jalan mengalami retakan parah dan ambles, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tagino (37), salah satu warga terdampak, menyebut instruksi pengosongan rumah sudah diberikan sejak beberapa hari lalu. Warga dibantu relawan untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diangkut.
"Sudah diminta kosong sejak tiga hari lalu. Kami gotong royong memindahkan barang seadanya," katanya.
Komunitas Offroad Turun Tangan
membuka akses akhirnya teratasi dengan hadirnya komunitas kendaraan jip offroad. Armada berpenggerak empat roda diterjunkan untuk menembus jalur rusak dan membantu proses evakuasi warga serta barang-barang rumah tangga.
Ketua Komunitas Tegal American Jeep, Ahmad Atiq, menyebut keterlibatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap warga terdampak bencana.
“Medan sangat sulit dilalui kendaraan biasa. Mobil 4x4 kami siagakan untuk membantu evakuasi,” ujarnya.
Selain transportasi, komunitas tersebut juga menggelar kegiatan pendampingan psikologis bagi warga di lokasi pengungsian, terutama anak-anak.
Ratusan Rumah Rusak
Data sementara dari posko bencana mencatat 464 rumah warga terdampak akibat pergerakan tanah. Rinciannya:
205 rumah rusak berat
174 rumah rusak sedang
85 rumah rusak ringan
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga fasilitas umum. Tercatat:
21 fasilitas sosial
7 tempat ibadah
7 bangunan pendidikan
1 fasilitas pemerintahan
Sementara itu, infrastruktur desa turut terdampak, termasuk tiga titik jalan desa dan kabupaten serta satu unit jembatan desa.
Ribuan Warga Mengungsi
Akibat bencana tersebut, sebanyak 2.460 jiwa dari 596 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke delapan titik lokasi yang dinilai lebih aman. Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia, anak-anak, hingga ibu hamil dan menyusui.
Mashuri mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman, mengingat pergerakan tanah masih terpantau aktif.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait sambil memperbarui data di lapangan,” tegasnya.
Bencana tanah gerak di Padasari menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi alam, khususnya di wilayah rawan longsor saat musim hujan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, secara keseluruhan angka pengungsi sebanyak 2.453 orang. Ribuan pengungsi itu terdiri atas 945 laki-laki, 982 perempuan, 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa.
Sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal terjadi pada Selasa dini hari (3/2). Pemicunya adalah hujan dengan intensitas tinggi serta kondisi kontur tanah yang miring dan labil.
Sebanyak 464 unit rumah terdampak, dengan rincian 205 unit rumah rusak berat, 174 unit rumah rusak sedang, dan 85 unit rumah rusak ringan.
Selain itu, dampak meluas sampai ke 36 fasilitas umum yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan, serta infrastruktur vital lainnya seperti tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu bendungan irigasi.
Pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan validitas dan kelengkapan data kerusakan.
”Para pengungsi tiba di delapan titik pengungsian, yaitu Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara,” ungkap Abdul Muhari kepada awak media.
Editor : Uways Alqadrie