Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bahan Baku Sumbang 92,06 Persen Impor Kaltim Sepanjang 2025

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:38 WIB
BAHAN BAKU: Berdasarkan golongan, impor bahan baku dan penolong mendominasi hingga 92,06 persen dari total impor.
BAHAN BAKU: Berdasarkan golongan, impor bahan baku dan penolong mendominasi hingga 92,06 persen dari total impor.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus barang impor ke Kalimantan Timur pada penghujung 2025 menunjukkan sinyal kuat aktivitas industri. Di tengah penurunan impor barang konsumsi dan barang modal, lonjakan tajam justru datang dari kelompok bahan baku dan penolong yang menjadi tulang punggung proses produksi.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, jika dibandingkan dengan November 2025 dan dirinci menurut golongan penggunaan barang, impor pada Desember 2025 mengalami peningkatan signifikan pada golongan bahan baku dan penolong 47,37 persen. Sebaliknya, impor barang konsumsi dan barang modal justru mengalami penurunan masing-masing 40,82 persen dan 44,39 persen.

“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, peningkatan impor juga hanya terjadi pada golongan bahan baku dan penolong dengan persentase kenaikan sebesar 21,95 persen,” kata Ariyanti.

Sementara itu, penurunan impor secara tahunan terjadi pada golongan barang konsumsi dan barang modal. Impor barang konsumsi tercatat turun tajam 90,32 persen, sedangkan barang modal turun 36,41 persen dibandingkan Desember 2024.

Dari sisi nilai, impor bahan baku dan penolong pada Desember 2025 tercatat USD578,77 juta, naik dibandingkan November 2025 yakni USD 392,72 juta. Dalam periode Januari-Desember 2025, total impor bahan baku dan penolong mencapai USD 4,631 miliar, mendominasi 92,06 persen dari total impor.

Sebaliknya, nilai impor barang konsumsi pada Desember 2025 tercatat hanya USD 0,58 juta, sementara sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai USD 7,75 juta atau hanya berkontribusi 0,15 persen. Adapun impor barang modal pada Desember 2025 tercatat USD 24,38 juta, dengan total kumulatif sepanjang 2025 yaitu USD 391,69 juta atau 7,79 persen.

Secara keseluruhan, total impor pada Desember 2025 tercatat USD 603,73 juta, meningkat 37,98 persen dibandingkan November 2025 dan naik 16,35 persen secara tahunan. Sementara secara kumulatif, nilai impor Januari-Desember 2025 mencapai USD 5,031 miliar.

Dari sisi pelabuhan bongkar, pada Desember 2025 masih terkonsentrasi di Pelabuhan Balikpapan dengan nilai USD 559,36 juta. “Disusul Pelabuhan Sepinggan USD 18,38 juta, dan Pelabuhan Kariangau USD 15,74 juta. Jika dibandingkan November 2025, nilai impor pada lima pelabuhan utama mengalami peningkatan 52,95 persen, dari USD 394,73 juta menjadi USD 603,74 juta,” lanjutnya.

Sepanjang 2025, Pelabuhan Balikpapan menyumbang 78,97 persen dari total impor, diikuti Pelabuhan Kariangau 6,07 persen dan Pelabuhan Sepinggan 5,56 persen. (*)

Editor : Duito Susanto
#BPS KALTIM #barang konsumsi #kaltim #pelabuhan balikpapan #impor kaltim #barang modal #bahan baku