KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru melakukan evaluasi menyeluruh menyusul dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 24 siswa SDN 008 Waru.
Insiden tersebut terjadi pada hari pertama uji coba pelibatan produk UMKM dalam penyediaan menu MBG, Rabu (11/2/2026).
PIC Mitra SPPG Waru Yedi Kesuma menjelaskan, hari kejadian merupakan awal penerapan program pemberdayaan UMKM lokal dengan menyerap salah satu produk untuk disajikan kepada siswa.
Produk tersebut bukan hasil olahan dapur internal SPPG, melainkan dipesan dari pelaku UMKM yang telah melalui proses seleksi.
“Kebetulan ini hari pertama kita mencoba pemberdayaan UMKM. Ada satu item yang kita order dari UMKM, bukan produksi dapur kami. Ini yang sedang kami evaluasi secara menyeluruh,” ujar Yedi.
Dari total 1.040 porsi yang disiapkan dan 1.017 porsi yang didistribusikan ke sekolah, sekitar 25 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan. Sementara itu, lebih dari 1.000 penerima lainnya tidak mengalami keluhan.
Menurut Yedi, evaluasi difokuskan pada item makanan berupa puding yang dipesan dari UMKM. “Dugaan sementara mengarah ke puding tersebut. Tapi ini masih dalam kajian. Sampel makanan juga masih standby untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak ada laporan masalah pada menu lain yang diproduksi langsung oleh dapur SPPG. Distribusi MBG di jenjang TK dan SMA pada hari yang sama juga dilaporkan tidak mengalami kendala.
Sebagai langkah evaluasi, SPPG Waru akan mengkaji kembali standar ketahanan makanan, masa tenggang konsumsi, serta mekanisme distribusi produk dari mitra UMKM. Meski sebelumnya telah dilakukan proses filterisasi, termasuk pemeriksaan legalitas dan rekam jejak produksi UMKM, pihaknya menilai perlu ada pengetatan pengawasan.
“Dari awal sudah kami seleksi, legalitas dan proses produksinya. UMKM ini juga sudah menyuplai ke dapur lain. Namun tetap, ini menjadi bahan evaluasi kami agar ke depan lebih ketat, terutama untuk item yang rentan,” katanya.
Terkait aspek administrasi, Yedi mengakui dapur SPPG Waru yang baru beroperasi sekitar satu minggu masih dalam proses pengurusan sertifikasi laik higiene. Meski demikian, ia memastikan operasional berjalan sesuai regulasi yang berlaku dan proses perizinan dilakukan bersamaan dengan kegiatan layanan.
Ia menyebut, SPPG Waru juga memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan dan kondisinya telah membaik. “Penanganan sudah dilakukan dan anak-anak sudah kembali. Setelah ini kami akan rapat untuk menentukan langkah lanjutan dan penguatan prosedur,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo