Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ketegangan Nuklir Meningkat, Trump Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Ari Arief • Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:24 WIB

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford bertolak ke Timur Tengah.
Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford bertolak ke Timur Tengah.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi pengerahan kapal induk kedua menuju kawasan Timur Tengah.

Langkah militer ini diambil sebagai bentuk tekanan nyata terhadap Iran di tengah proses negosiasi program nuklirnya yang masih buntu.

Saat memberikan keterangan kepada media pada Jumat (13/2) waktu setempat, Trump membenarkan kabar bahwa USS Gerald R. Ford akan segera bertolak dari Karibia.

"Kapal itu akan segera berangkat. Jika kesepakatan tidak tercapai, kita pasti akan membutuhkannya," tegas Trump, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Armada Terbesar Dunia di Gerbang Iran

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk dengan dimensi terbesar di dunia saat ini.

Baca Juga: Mengintip Kesiapan Hunian ASN di IKN, Pakai Sistem Smart Home hingga RS Spesialis Jantung Kelas Dunia

Kehadirannya di Timur Tengah dimaksudkan untuk memperkuat posisi tawar Amerika Serikat dalam pembicaraan tidak langsung dengan Teheran yang telah dimulai sejak pekan lalu.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan peringatan keras bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi yang "sangat traumatis" apabila kesepakatan nuklir gagal disepakati.

Pengepungan Teluk Persia

Armada tempur baru ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln serta gugus tempur pengiringnya yang sudah lebih dulu bersiaga di Teluk Persia sejak akhir bulan lalu.

Pengerahan awal USS Abraham Lincoln sendiri dipicu oleh reaksi keras Trump terhadap tindakan pemerintah Iran dalam menangani demonstrasi anti-pemerintah.

Baca Juga: Nekat Berbuat Mesum di Taksi Online, Sejoli di Jakarta Diblokir Permanen dan Diburu Polisi

Berdasarkan laporan New York Times, USS Gerald R. Ford sebelumnya bertugas di Laut Karibia sejak Juni sebagai bagian dari kampanye tekanan politik terhadap Venezuela.

Kapal ini juga tercatat berperan dalam operasi militer di Caracas pada 3 Januari lalu yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro.

Kini, atas instruksi dari Pentagon, kapal raksasa tersebut dialihkan untuk memperkuat armada di Timur Tengah.

Hingga saat ini, otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai durasi penempatan USS Gerald R. Ford maupun USS Abraham Lincoln di wilayah konflik tersebut.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#militer #timur tengah #kapal induk #iran #donald trump