Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Garap Limbah Pertamina Senilai Rp 7 Triliun, PT Garam Siap Bangun Pabrik di Balikpapan Maret 2026

Ari Arief • Minggu, 15 Februari 2026 | 14:35 WIB

 

PT Garam akan membangun pabrik di Balikpapan, Kaltim.
PT Garam akan membangun pabrik di Balikpapan, Kaltim.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-PT Garam bersiap melakukan lompatan besar dalam hilirisasi industri dengan memanfaatkan air limbah (bittern) dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Proyek ambisius senilai Rp 7 triliun ini ditargetkan mulai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada April 2026 mendatang.

Dalam sebuah acara talkshow di kantor KKP, Jakarta, Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengonversi limbah menjadi komoditas bernilai tinggi.

"Selama ini, air sisa dari sistem boiler RDMP Pertamina hanya dinetralisir lalu dibuang ke laut. Padahal, ada potensi besar dari air laut yang diambil untuk kebutuhan industri tersebut," ungkap Indra, pekan tadi.

Baca Juga: Waspada! Garam Bisa Jadi Bahaya bagi Penderita 5 Penyakit Ini

Kolaborasi Strategis dengan Danantara

Proyek ini tidak hanya melibatkan PT Garam dan Pertamina, tetapi juga menggandeng Badan Pengelola Investasi Danantara. Menurut Indra, pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pertamina dan saat ini sedang mematangkan studi kelayakan (feasibility study).

"Danantara menargetkan agar proyek bersama Pertamina ini sudah bisa memulai fase groundbreaking kedua pada April nanti. Pertamina menyambut positif karena ini akan membentuk entitas bisnis baru yang menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya.

Rencananya, pabrik ini akan dipersenjatai dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi minimal 4 derajat Baume. Dengan potensi air yang melimpah, pabrik ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta ton per tahun, guna menjawab tantangan pemenuhan garam industri nasional.

Baca Juga: Changan Produksi Massal Mobil Listrik Baterai Garam, Siap Tantang Lithium dan LFP

Pabrik di Balikpapan merupakan ujung tombak dari tujuh proyek strategis yang tengah digarap PT Garam dengan total rencana investasi mencapai Rp10 triliun. Selain di Balikpapan, enam proyek hilirisasi lainnya adalah Bipolo, NTT. Pembangunan fasilitas pengolahan garam berkapasitas 109.842 ton di lahan seluas 300 hektare.

Berikutnya, Gresik, Jawa Timur, pengembangan pabrik berteknologi MVR dengan kapasitas 100 ribu ton. Sampang, Madura, proyek pabrik Kalsium dan Magnesium yang mengolah limbah garam, bekerja sama dengan investor asal Swedia. Gresik (proyek kedua) pembangunan pabrik pengolahan tambahan dengan kapasitas besar, yakni 400 ribu ton.

Rote Ndao, NTT berupa pembangunan unit pengolahan garam berkapasitas 200 ribu ton. Sumenep, Madura pembangunan pabrik berkapasitas 80 ribu hingga 160 ribu ton dengan menggandeng pengusaha lokal Madura lewat investasi sebesar Rp300 miliar.

"Secara keseluruhan, total investasi untuk ketujuh proyek ini mencapai kisaran Rp10 triliun, di mana proyek kolaborasi dengan Pertamina di Balikpapan menjadi yang terbesar," kata Indra.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#komoditas #garam #rdmp #balikpapan