KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dari pesisir hingga tambak, subsektor perikanan menjadi bintang pada Januari 2026. Kenaikan paling mencolok justru datang dari nelayan tangkap. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) Januari 2026 yaitu 104,79 atau naik 2,17 persen dibanding Desember 2025.
Khusus nelayan tangkap, lonjakan bahkan mencapai 3,09 persen. “Nilai Tukar Nelayan (NTN) 101,59 menjadi 104,72 atau naik 3,09 persen,” jelas Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim Ariyanti Cahyaningsih.
Kenaikan dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani pada kelompok perikanan tangkap sebesar 3,06 persen. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani di subsektor itu justru turun 0,03 persen.
Pada perikanan budidaya, kenaikan relatif lebih moderat. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) naik 0,29 persen menjadi 104,92. Artinya, baik nelayan tangkap maupun pembudidaya sama-sama berada pada posisi rasio di atas 100.
Secara ekonomi, kondisi tersebut mencerminkan harga jual hasil tangkapan dan budidaya tumbuh lebih cepat dibanding biaya yang dikeluarkan nelayan. Bagi wilayah pesisir Kaltim yang bergantung pada sektor perikanan, tren ini menjadi modal positif dalam menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan pada awal tahun. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki