KALTIMPOST.ID,JAKARTA- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pencapaian besar dalam misi kemanusiaan di Timur Tengah.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Minggu waktu setempat, Trump mengungkapkan bahwa negara-negara anggota Board of Peace telah berkomitmen menyalurkan bantuan lebih dari US$ 5 miliar (sekitar Rp 78 triliun) untuk rekonstruksi dan pemulihan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Pengumuman ini dilakukan menjelang pertemuan perdana dewan tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan ini.
Selain dukungan finansial, Trump juga menyebutkan adanya janji pengiriman ribuan personel internasional. Pasukan ini nantinya akan bertugas sebagai tim stabilisasi di bawah otorisasi PBB, sekaligus membantu pembentukan kekuatan kepolisian lokal di wilayah Palestina.
Berdasarkan laporan yang dihimpun pada Selasa (17/2), konferensi tingkat tinggi tersebut akan digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, lembaga yang baru saja berganti nama atas arahan Departemen Luar Negeri AS.
Baca Juga: Babak Baru Diplomasi di Muscat, Negosiasi Iran-AS Berakhir dengan Sinyal Positif
Agenda ini diperkirakan dihadiri oleh delegasi dari 20 negara lebih, termasuk beberapa pemimpin negara. Pembentukan Board of Peace sendiri merupakan pilar utama dari rencana pemerintahan Trump untuk menghentikan konflik panjang antara Israel dan Hamas, yang telah mendapatkan legitimasi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Meski proses rekonstruksi mulai direncanakan, situasi di lapangan masih dibayangi ketegangan. Israel dan Hamas secara resmi menyepakati gencatan senjata sejak Oktober tahun lalu, namun kedua pihak masih sering melontarkan tuduhan pelanggaran kesepakatan.
Data otoritas kesehatan di Gaza mencatat setidaknya 590 warga Palestina tewas akibat operasi pasukan Israel sejak periode gencatan senjata dimulai. Di sisi lain, pihak Israel melaporkan kehilangan empat tentara akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok militan Palestina dalam kurun waktu yang sama.
Baca Juga: Indonesia Peringkat Kedua Terburuk dalam Perlindungan Penipuan Global 2025
Koalisi Negara Timur Tengah dan Indonesia
Trump memberikan apresiasi terhadap keberagaman anggota dalam inisiatif ini. Beberapa kekuatan besar di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, hingga Israel, telah bergabung. Selain itu, negara berkembang termasuk Indonesia juga tercatat sebagai bagian dari keanggotaan dewan ini.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, sejumlah sekutu tradisional AS di blok Barat dan beberapa kekuatan global lainnya dilaporkan masih bersikap skeptis dan cenderung berhati-hati dalam merespons langkah diplomasi yang digagas oleh Trump tersebut.(*)
Editor : Dwi Puspitarini