KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk membentuk Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza menemui ganjalan diplomatik.
Takhta Suci Vatikan secara resmi menyatakan menolak bergabung dalam lembaga tersebut, sebuah langkah yang memicu reaksi kekecewaan dari pihak Gedung Putih.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pengarahan resminya menyayangkan keputusan Vatikan tersebut. Menurutnya, Pemerintahan Trump berharap seluruh negara yang diundang dapat bersatu dalam dewan ini demi misi kemanusiaan.
"Sangat disayangkan (Vatikan tidak ikut serta). Saya rasa upaya perdamaian seharusnya tidak bersifat partisan, politis, ataupun menjadi sesuatu yang kontroversial," ujar Leavitt sebagaimana dilansir Kamis (19/2/2026).
Alasan Prinsipil Vatikan
Baca Juga: Donald Trump Rasis, Unggah Video Barack Obama dan Istri Berbadan Kera, Kini Picu Kecaman Luas
Penolakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Takhta Suci, Kardinal Pietro Parolin. Ia menjelaskan bahwa Vatikan memiliki pertimbangan mendasar mengapa mereka memilih untuk menjaga jarak dari BoP.
Dikutip dari kantor berita Anadolu, Parolin menegaskan bahwa sebagai entitas berdaulat dengan karakter khusus, Vatikan melihat ada sejumlah aspek dalam BoP yang belum jelas dan memerlukan penjelasan lebih lanjut. Namun, alasan utamanya adalah masalah kewenangan internasional.
"Krisis global dan internasional seharusnya diselesaikan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tegas Parolin. Posisi ini, lanjutnya, adalah prinsip tetap yang selalu dipegang teguh oleh Takhta Suci dalam berbagai forum dunia.
Inisiatif Trump di Davos
Baca Juga: Masjid IKN Diproyeksikan Menjadi Masjid Negara, Standar Setara Istiqlal
Board of Peace sendiri merupakan badan yang dibentuk atas inisiatif pribadi Donald Trump. Piagam pembentukannya ditandatangani pada 22 Januari 2026 lalu dalam rangkaian pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Trump mengklaim telah mengundang sekitar 50 negara untuk memperkuat dewan ini.
Namun, kedudukan hukum BoP memang menjadi sorotan. Meski mendapat dukungan terbatas dari Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB terkait mandat di Gaza, dewan ini tidak berada di bawah pengawasan langsung atau kontrol penuh PBB.
Baca Juga: Dialog Bersama Ojol, Keluhkan Ada Jalan Berlubang Hingga Tawuran
Pertemuan perdana dewan ini dijadwalkan berlangsung di Washington pada hari ini, 19 Februari 2026. Absennya pengaruh moral dari Vatikan dianggap sebagai kehilangan besar bagi upaya penggalangan dukungan internasional yang lebih luas.(*)
Editor : Dwi Puspitarini