KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan dipangkas drastis hingga 60 persen tahun ini akibat pengurangan dana transfer pusat. Di tengah keterbatasan dana, lantas bagaimana nasib penanganan banjir?
Pengendalian banjir tetap menjadi kegiatan prioritas yang tetap berjalan. Itu disampaikan Dinas PU usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Balikpapan, Senin (23/2/2026).
Ada pun program kerja Dinas PU sebagian besar adalah program dari RPJMD, renstra, pokir, hibah, dan kegiatan rutin. “Termasuk pengendalian banjir tetap ada di beberapa titik,” ucap Kepala Dinas PU Rita.
Dia menjelaskan, titik pengendalian banjir yang bakal berjalan tahun ini seperti di Jalan DI Panjaitan. “Selama ini banjir, mungkin kami bisa melakukan penanganan,” tuturnya.
Ini untuk mengatasi genangan di depan Maxi Sumber Rejo - Gunung Samarinda. “Walau lokasinya masuk wilayah Balikpapan Utara, namun aliran air keluar di Ampal,” imbuhnya.
Kemudian lanjutan penanganan banjir di Jalan MT Haryono. “Karena itu sudah berjalan tahun sebelumnya. Jadi yang ada sekarang tetap harus terus dilanjutkan,” sebutnya.
Misalnya Saluran Sekunder Balikpapan Baru, pekerjaan dari tahun lalu sudah rampung hingga Andy Jaya Motor. Selanjutnya pekerjaan saluran akan dilakukan hingga Telkom.
Kemudian Saluran Sekunder Inhutani, perbaikan seharusnya berlanjut hingga simpang Jalan MT Haryono Dalam (BJBJ). Mengingat di wilayah ini yang masih tergenang saat hujan intensitas tinggi.
Saluran Sekunder Inhutani dan Balikpapan Baru berperan besar menangani banjir di kawasan Jalan MT Haryono hingga Gang Mufakat. Dia mengaku, pekerjaan tidak bisa tuntas semua karena keterbatasan anggaran.
“Akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). PU dipotong Rp 440 miliar atau hampir 60 persen,” katanya. Sebelum pemangkasan, total anggaran Dinas PU sekitar Rp 850 miliar.
Sementara untuk mengatasi kondisi tersebut. Dinas PU tetap memprioritaskan kegiatan melalui swakelola. Yakni mengandalkan keberadaan UPTD Perawatan Jalan dan UPTD Drainase.
Dia berharap, kebutuhan masyarakat bisa teratasi. “Mudah-mudahan kedua UPT ini bisa membantu masyarakat secara umum yang tadinya kita harus lewat program dan kegiatan,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo