Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Begini Respons Pedagang Pasar Pagi Terkait Penanganan Tempias Hujan

Denny Saputra • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:28 WIB

MASALAH: Bangunan megah Pasar Pagi baru masih menyisakan masalah tempias hujan yang perlu segera ditangani.
MASALAH: Bangunan megah Pasar Pagi baru masih menyisakan masalah tempias hujan yang perlu segera ditangani.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pedagang Pasar Pagi berharap penanganan tempias di sisi luar gedung baru segera direalisasikan.

Intensitas hujan yang meningkat membuat lapak mereka kerap kebasahan, terutama saat angin bertiup kencang. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas jual beli dan berpotensi merusak barang dagangan.

Salah satunya pedagang batik di lantai empat, Wahyu, mengaku lapaknya termasuk yang terdampak. Setiap hujan turun pada siang hari, ia terpaksa memasukkan seluruh pakaian ke dalam agar tidak basah.

“Kalau hujan siang, baju-baju saya masukkan semua, tidak ada yang dipajang. Bahkan ada pedagang lain yang memilih tutup,” ujarnya, Selasa (24/2).

Ia menyebut, tidak setiap hujan menyebabkan tempias masuk ke dalam lapak. Faktor angin sangat menentukan arah dan derasnya air yang masuk. “Tergantung anginnya. Kalau hujan disertai angin, gawangan baju bisa sampai jatuh, padahal beratnya sekitar 3 kg,” jelasnya.

Dia menerangkan, untuk mengurangi dampak, sebagian pedagang memasang terpal secara mandiri. Wahyu sendiri hanya menggunakan paranet yang dipasang dengan dana pribadi. “Paranet ini cuma menahan panas. Kalau angin dan hujan, tetap tembus,” terangnya.

Wahyu mulai menempati lapaknya sejak 15 Januari lalu, setelah pindah dari lokasi sebelumnya. Ia hanya memiliki satu petak dan tidak memiliki pilihan untuk bertukar tempat karena sistem penempatan berbasis digital.

“Ada yang punya dua toko, jadi mereka lebih pilih buka di bagian tengah. Saya satu saja, jadi tidak bisa pindah-pindah,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat ditawari pindah ke lantai atas. Namun, keputusan itu tidak diambil karena seluruh dekorasi dan barang sudah tertata di lokasi sekarang. “Kalau digabung di sana, takutnya malah terhimpit,” sebutnya.

Terkait penanganan tempias, Wahyu menyebut beberapa waktu lalu melihat pekerja proyek melakukan survei dan pemasangan sampel semacam tirai model rolling door, tapi sudah dicopot.

“Katanya (pekerja) nanti seperti kaca, entah jendela atau pintu, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan dipasang,” tutupnya.

Sebelumnya, penanganan tempias pasar pagi, Asisten II Setkot Samarinda Marnabas menjelaskan konsep yang digunakan bukan rolling door konvensional yang ditarik ke atas, melainkan pintu sliding yang digeser ke samping.

Sistem tersebut dinilai lebih fleksibel karena dapat ditutup saat hujan dan dibuka kembali ketika cuaca normal. “Kita pakai model geser. Kalau hujan deras baru kita tutup, kalau tidak ya dibuka. Memang sedikit mengurangi sirkulasi udara, tapi tidak signifikan,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (16/2). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penanganan #tempias #respons #Pedagang Pasar Pagi #tempias hujan