KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Operasi militer besar-besaran di Tapalpa, Meksiko barat, berhasil melumpuhkan Nemesio Oseguera, yang lebih dikenal sebagai "El Mencho".
Pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) tersebut tewas setelah intelijen militer mendapatkan titik terang dari pergerakan seorang perempuan yang diduga sebagai kekasihnya.
Berdasarkan laporan Khaleej Times (24/2/2026), keberadaan Oseguera (59) terendus saat intelijen Meksiko, yang dibantu oleh Komando Utara militer AS, mengetahui rencana pertemuan perempuan tersebut dengan El Mencho di sebuah rumah di Tapalpa.
Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengungkapkan bahwa perempuan itu diantar langsung oleh orang kepercayaan sang gembong.
Menindaklanjuti informasi sensitif ini, Pasukan Reaksi Cepat Garda Nasional segera melancarkan serangan kilat dari darat dan udara demi menjaga elemen kejutan.
Baca Juga: Kematian Bos Kartel Picu Kericuhan Besar di Meksiko, Lig
Baku Tembak Sengit
Dalam penggerebekan tersebut, Oseguera ditemukan dalam kondisi bersenjata lengkap dengan senapan serbu dan peluncur roket.
Perlawanan sengit sempat terjadi, helikopter militer dipaksa melakukan pendaratan darurat setelah ditembaki oleh pengawal El Mencho.
Dalam insiden itu, Oseguera dan dua pengawalnya menderita luka tembak serius. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dalam proses evakuasi udara menuju rumah sakit di Guadalajara.
Selain mereka, tangan kanan Hugo H. alias “El Tuli”, orang kepercayaan Oseguera, juga dilaporkan tewas saat mencoba melarikan diri dari kepungan petugas.
Dampak dan Kondisi Terkini
Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menyatakan bahwa jenazah Oseguera telah dibawa ke Mexico City untuk keperluan prosedur hukum sebelum dikembalikan kepada pihak keluarga.
Baca Juga: Serangan Balasan Geng Kartel CJNG, Kota di Meksiko Ini Jadi Zona Perang
Pasca-kematian pemimpin kartel ini, gelombang kekerasan melanda 20 negara bagian di Meksiko.
Aksi pembakaran kendaraan dan blokade jalan memaksa pemerintah mengerahkan sekitar 10.000 personel tentara, khususnya di wilayah Jalisco dan Michoacan, guna mengendalikan situasi keamanan yang masih belum stabil.(*)
Editor : Dwi Puspitarini