Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Paradise Indonesia Siap Hadirkan Mal 88 Plaza di Seberang Dome Balikpapan, Klaim Separuh Unit Fase Pertama Telah Terserap Pasar

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:35 WIB

INVESTASI: Manajemen PT Indonesian Paradise Property memaparkan progres proyek yang mereka jalankan di seberang Dome Balikpapan saat berkunjung ke Kaltim Post, Rabu (25/2). 
INVESTASI: Manajemen PT Indonesian Paradise Property memaparkan progres proyek yang mereka jalankan di seberang Dome Balikpapan saat berkunjung ke Kaltim Post, Rabu (25/2). 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Indonesian Paradise Property Tbk siap membangun kawasan lifestyle terpadu, yakni 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan. Kawasan ini digadang-gadang menjadi konsep baru bagi pasar properti kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia Anthony P Susilo menjelaskan, proyek yang tengah disiapkan merupakan pengembangan kawasan komersial berkonsep mid to low density development pertama yang mereka hadirkan.

Konsep ini menitikberatkan pada pengalaman ruang dan interaksi sosial, bukan sekadar fungsi bangunan. “Sejak pertama dibangun pada 2002, kami selalu terdorong menciptakan ruang yang lebih dari sekadar visual dan fungsi. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat orang ingin kembali,” ucapnya saat berkunjung ke Kaltim Post, Rabu (25/2).

Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.
Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.

Kawasan seluas sekitar 8 hektare tersebut akan diisi lifestyle shop house atau ruko komersial modern setinggi tiga lantai dengan kisaran harga Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Selain area komersial, proyek juga mencakup hotel dan hunian residensial yang dirancang menjadi satu ekosistem gaya hidup.

Tahap awal pengembangan dimulai dari lahan seluas 3 hektare di bagian depan kawasan. Pada fase pertama akan dibangun 44 unit ruko, disusul fase kedua sekitar 40 unit tambahan. Tahap berikutnya akan menghadirkan area retail al fresco serta hotel berbintang internasional.

Anthony menyebut respons pasar awal cukup positif. Dalam waktu sekitar satu bulan pemasaran, hampir separuh unit fase pertama telah terserap pasar. “Mayoritas pembeli adalah investor. Mereka melihat lokasi ini berpotensi menjadi hub bisnis sekaligus pusat lifestyle baru dengan desain modern kontemporer yang belum banyak ada di Balikpapan,” katanya.

Ia menilai proyek tersebut membuka ceruk pasar baru tanpa harus bersaing langsung dengan pusat komersial yang sudah ada. Paradise Indonesia justru ingin menciptakan destinasi yang memiliki karakter berbeda dan daya tarik tersendiri.

Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.
Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.

Meski keberadaan IKN menjadi salah satu pertimbangan investasi, Anthony menegaskan keberhasilan proyek tidak sepenuhnya bergantung pada pembangunan ibu kota baru tersebut. “Kalau IKN berkembang tentu menjadi tambahan positif, bukan hanya untuk proyek kami tetapi juga untuk Balikpapan secara keseluruhan,” jelas Anthony.

Dengan konsep lifestyle destination, perusahaan berharap proyek ini mampu menjadi ikon baru sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan perdagangan di Balikpapan. "Paradise Indonesia menargetkan keseluruhan pengembangan dapat rampung dalam 5 tahun," timpalnya.

Ekspansi PT Indonesian Paradise Property ke Balikpapan tidak hanya berorientasi pada penjualan properti, tetapi juga memperkuat strategi pendapatan jangka panjang melalui model bisnis berbasis recurring income. Hal ini menjadi pendekatan utama perusahaan dalam mengembangkan kawasan terpadu yang tengah disiapkan di Kota Beriman.

Anthony mengungkapkan, komposisi pengembangan proyek dirancang untuk menjaga stabilitas bisnis perusahaan melalui kombinasi aset komersial dan penjualan unit. “Kami membangun dengan komposisi sekitar 70 persen recurring income dan 30 persen dari penjualan properti,” jelasnya.

Recurring income tersebut akan bersumber dari operasional hotel, apartemen dan area komersial yang dikelola secara berkelanjutan. Sementara penjualan ruko menjadi langkah awal untuk menghidupkan kawasan sekaligus menarik aktivitas ekonomi sejak tahap awal pembangunan.

Menurut Anthony, strategi ini merupakan refleksi pengalaman panjang Paradise Indonesia yang telah mengembangkan 26 unit bisnis di delapan kota dengan tingkat penyelesaian proyek mencapai 100 persen. Ia mengakui sebagian proyek perusahaan bahkan berasal dari pengembangan lanjutan proyek yang sebelumnya sempat terhenti oleh pengembang lain.

“Saya tidak ingin disebut spesialis proyek mangkrak, tetapi rekam jejak kami memang banyak bermitra dengan pemilik lahan dan menyelesaikan proyek yang sempat terhambat,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai memberi nilai tambah karena mampu menghidupkan kembali investasi masyarakat yang sebelumnya tertunda. Dalam konteks Balikpapan, proyek baru ini diharapkan memberi efek ekonomi berantai, mulai dari sektor konstruksi hingga pertumbuhan bisnis jasa dan perdagangan.

Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.
Maket 88 Plaza di seberang Dome Balikpapan.

Anthony menambahkan, filosofi pengembangan Paradise Indonesia selalu menempatkan properti sebagai ruang interaksi sosial yang memperkaya komunitas. Portofolio perusahaan sebelumnya mencakup sejumlah proyek prestisius seperti Grand Hyatt Jakarta, Plaza Indonesia, hingga 31 Sudirman Suites.

Pengalaman tersebut menjadi modal untuk menghadirkan standar pengembangan serupa di Balikpapan. Jika pasar merespons positif, percepatan pembangunan terbuka dilakukan.

Namun secara umum perusahaan menargetkan seluruh tahapan proyek dapat diselesaikan dalam lima tahun ke depan, seiring optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami ingin menciptakan destinasi gaya hidup yang membentuk interaksi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#mal #dome balikpapan #Paradise Indonesia #88 plaza #balikpapan #seberang dome #lifestyle