Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diingatkan, Serangan Israel-AS ke Iran Bisa Picu Krisis Minyak di Indonesia

Ari Arief • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:29 WIB

TB Hasanuddin
TB Hasanuddin

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, memperingatkan bahwa agresi militer Israel yang didukung Amerika Serikat ke wilayah Iran akan membawa guncangan hebat, baik dari sisi geopolitik maupun stabilitas ekonomi dunia.

Menurutnya, serangan ini merupakan ancaman nyata bagi perdamaian global yang juga akan berdampak langsung ke Indonesia.

Hasanuddin menilai serangan terbuka ini secara otomatis membatalkan berbagai upaya deeskalasi yang tengah diperjuangkan oleh Board of Peace (BoP).

Keterlibatan aktif pasukan AS di bawah komando Presiden Donald Trump memperkuat dugaan adanya agenda besar untuk menguasai Iran secara de facto.

Baca Juga: Operasi Pembalasan Keras, 27 Titik Strategis Musuh Berhasil Dilumpuhkan Rudal Presisi Teheran

"Intervensi militer ini menciptakan atmosfer ketakutan bagi negara-negara lain dan sangat berisiko memicu konflik yang lebih luas dan kontraproduktif bagi keamanan internasional," ujar politisi PDIP tersebut dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (1/3/2026).

Dampak ekonomi menjadi poin krusial yang disoroti. Hasanuddin mengingatkan risiko penutupan kembali Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Jika jalur ini terhambat akibat konflik bersenjata, harga minyak global diprediksi akan meroket.

“Risiko bagi Indonesia Adalah sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia akan menghadapi tekanan fiskal yang berat jika krisis energi ini terjadi,” katanya.

Baca Juga: Rusia Kecam Agresi AS-Israel di Iran, Pelanggaran Serius terhadap Hukum Internasional

Desakan Sikap Tegas Pemerintah

Merujuk pada amanat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan, TB Hasanuddin mendesak Pemerintah Indonesia melalui Presiden atau Menteri Luar Negeri untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi yang lugas.

Ia juga menantang efektivitas diplomasi Indonesia yang selama ini aktif di Timur Tengah.

"Ini adalah momen pembuktian bagi aktivisme diplomasi kita. Apakah posisi strategis Indonesia benar-benar diakui dunia atau justru masih jauh dari harapan," tegasnya.

Baca Juga: PBB Kecam Agresi AS-Israel, Diplomasi Nuklir Berada di Ambang Kehancuran

Kronologi Agresi di Teheran

Berdasarkan laporan Associated Press, Teheran diguncang ledakan hebat pada Sabtu pagi (28/2/2026).

Kepulan asap terlihat di pusat kota tak lama setelah militer Israel melancarkan serangan udara.

Meskipun Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut tindakan ini sebagai upaya "menghilangkan ancaman," rincian target operasi tersebut masih belum diungkap secara transparan.

Di sisi lain, Washington telah mengerahkan kekuatan udara dan laut secara masif ke kawasan tersebut untuk menekan Teheran terkait isu nuklir.

Sementara itu, sirene peringatan terus berbunyi di penjuru Israel sebagai antisipasi serangan rudal balasan dari pihak Iran.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#nuklir #dpr ri #selat hormuz #indonesia #Krisis Minyak #Israel #as #iran #donald trump