Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Diplomasi Jenewa Hanyalah Kedok, AS-Israel Ternyata Sudah Kunci Jadwal Gempur Iran Sepekan Sebelumnya

Ari Arief • Senin, 2 Maret 2026 | 11:30 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

KALTIMPOST.ID,TEHERAN-Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengunci jadwal serangan militer ke Iran satu minggu sebelum negosiasi nuklir di Jenewa dimulai. Mengutip pernyataan pejabat AS yang dilansir Axios pada Minggu (1/3/2026), Sabtu, 28 Februari 2026, dipilih sebagai waktu operasi karena bertepatan dengan pertemuan penting Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan jajaran penasihat seniornya di kompleks pemerintahan.

Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya taktik "diplomasi bayangan". Jared Kushner, menantu Donald Trump, bersama utusan khusus Steve Witkoff, sebenarnya telah memprediksi bahwa dialog di Jenewa tidak akan membuahkan hasil signifikan. Meski begitu, keduanya tetap hadir demi menjaga kesan formalitas diplomasi di mata pejabat Teheran.

Dalam laporan tersebut, Kushner dan Witkoff sempat berkomunikasi dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, untuk melaporkan bahwa jurang perbedaan antara kedua negara masih sangat lebar dan sulit dijembatani.

Baca Juga: Tensi Timur Tengah Memanas, Kemenlu RI Minta Keberangkatan Umrah Ditunda Sementara

Eskalasi Militer dan Gugurnya Khamenei

Setelah putaran ketiga perundingan nuklir berakhir buntu pada Kamis malam, kekuatan militer AS dan Israel segera melancarkan serangan udara masif ke berbagai titik strategis di Iran, termasuk wilayah Teheran, pada hari Sabtu.

Agresi tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan jatuhnya korban sipil, tetapi juga membawa kabar duka bagi publik Iran. Televisi pemerintah Teheran secara resmi mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei wafat akibat serangan tersebut.

Balasan Iran dan Sikap Indonesia

Menanggapi gempuran itu, Iran segera melakukan serangan balasan dengan menembakkan rentetan rudal ke wilayah Israel serta basis militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Dunia kini berada dalam bayang-bayang perang besar.

Baca Juga: Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln di Laut Arab

Di tengah situasi yang kian memanas, Pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas untuk menyerukan gencatan senjata. Indonesia meminta seluruh pihak yang bertikai untuk menghentikan kontak senjata dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Pemerintah menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan sebagai solusi satu-satunya.

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesanggupan Indonesia untuk bertindak sebagai penengah (mediator) guna memfasilitasi dialog langsung antara pihak Amerika Serikat, Israel, dan Iran.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#militer #serangan #taktik #Teheran