Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

JK Wanti-Wanti Pemerintah, Perang Iran Bisa Bikin BBM di Indonesia Langka

Ari Arief • Senin, 2 Maret 2026 | 12:00 WIB

 

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan peringatan serius terkait dampak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran terhadap stabilitas domestik. Menurutnya, eskalasi ini berisiko memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang berujung pada ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air.

"Dampak pertamanya sudah pasti harga minyak akan melambung tinggi," ungkap JK pada Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh terputusnya jalur distribusi impor minyak dari kawasan Timur Tengah yang melintasi wilayah konflik.

JK menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari negara-negara Arab. Dengan pecahnya perang, aliran impor tersebut diprediksi akan terhenti total, yang secara langsung bakal memukul perekonomian nasional.

Baca Juga: Tensi Timur Tengah Memanas, Kemenlu RI Minta Keberangkatan Umrah Ditunda Sementara

JK mengemukakan analisisnya, yaitu, terjadinya perluasan wilayah konflik, dan itu mengakibatkan terhentinya suplai terjadi karena Iran turut menyasar pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait, Qatar (Doha), hingga Uni Emirat Arab (Dubai).

Sementara itu, lanjut dia, cadangan BBM Indonesia rata-rata hanya bertahan untuk tiga minggu. Jika konflik berlarut hingga satu bulan, stok nasional akan berada dalam posisi kritis. “Pasokan dari produsen besar seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Iran dipastikan terhambat, bahkan ketersediaan di Singapura pun mungkin terdampak dalam jangka panjang,” ujarnya.

Konteks Eskalasi Global

Serangan yang dimulai pada 28 Februari 2026 ini telah dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump sebagai operasi tempur skala besar. Salah satu serangan krusial melibatkan tujuh roket yang menyasar Teheran, di area dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: Ramadan 2026 Banjir Bansos! 5 Bantuan Ini Cair Sekaligus, Beras 10 Kg hingga BPJS Gratis

Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel dan sejumlah fasilitas militer di Qatar, Bahrain, serta Uni Emirat Arab. Situasi kian mencekam setelah otoritas Iran mengonfirmasi wafatnya Ali Khamenei pada 1 Maret 2026, yang diikuti dengan penetapan masa berkabung selama 40 hari.

Langkah Diplomasi Indonesia

Menghadapi krisis ini, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah bersiap untuk bertolak menuju Iran. Langkah ini diambil sebagai upaya Indonesia memfasilitasi dialog internasional demi meredam ketegangan dan mengembalikan situasi keamanan di kawasan tersebut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#nasional #jk #bbm #langka