KALTIMPOST.ID-Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balikpapan, Selasa (3/3).
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kelancaran operasional kilang sekaligus memantau perkembangan Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (PSN RDMP) Balikpapan.
Peninjauan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan pasokan minyak dunia.
Selain itu, pemerintah juga ingin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” ujar Djamari saat berada di kompleks PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).
Menurutnya, situasi global yang memanas di kawasan Timur Tengah perlu diantisipasi sejak dini karena dapat memengaruhi dinamika pasokan energi dunia.
Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh pihak terkait menjaga keamanan dan kelancaran operasional kilang yang menjadi salah satu penopang utama pasokan energi nasional.
Ia meminta aparat keamanan di daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap objek vital nasional tersebut.
Selain itu, jalur distribusi energi, termasuk jalur laut yang berkaitan dengan aktivitas pengangkutan minyak dan pipa distribusi, harus dijaga agar tetap aman.
“PSN RDMP Balikpapan ini harus dijaga bersama-sama. Pangdam dan Kapolda agar terus meningkatkan keamanan wilayah. Jalur laut juga perlu dijaga agar tidak terjadi gangguan yang dapat merusak jalur pipa minyak,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan Bambang Harimurti memaparkan perkembangan proyek RDMP Balikpapan.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai lebih dari 97 persen.
Bambang juga menyampaikan bahwa operasional kilang berjalan dengan baik untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Kilang Balikpapan saat ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 360 ribu barel minyak per hari.
Menurutnya, pasokan minyak mentah untuk kilang tersebut tidak bergantung langsung pada kawasan Timur Tengah.
Sumber minyak mentah sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri serta wilayah Asia Tenggara.
“Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh oleh gangguan pasokan dari Timur Tengah karena bahan baku minyak mentahnya berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam ke Balikpapan.
Ia menilai kunjungan tersebut penting untuk memperkuat koordinasi keamanan sekaligus memastikan keberlangsungan operasional kilang sebagai objek vital nasional.
Rudy juga menyinggung pentingnya penguatan cadangan energi nasional. Menurutnya, saat ini ketahanan BBM nasional masih berada pada kisaran sekitar 20 hari dan lebih bersifat cadangan operasional.
“Ke depan kita perlu mendorong terbentuknya cadangan energi nasional yang lebih kuat. Karena itu koordinasi dan sinergi antarlembaga sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan kerja itu turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Sesmenko Polkam Letjen Mochammad Hasan, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono, Wakapolda Kaltim Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, serta Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Kisworo.
Setelah meninjau kilang, Menko Polkam bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Markas Kodam VI/Mulawarman.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan peran FKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kaltim. (rd)
Editor : Romdani.