Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Isu Stok BBM Hanya 20 Hari? Pertamina Jelaskan Standar Ketahanan Energi Nasional Agar Tak Panic Buying

Denny Saputra • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:03 WIB

Truk angkutan keluar dari Fuel Terminal Samarinda untuk membawa stok BBM ke tempat lain sebagai upaya menjaga pasokan energi tetap terjaga di berbagai wilayah di Kaltim. (DENNY SAPUTRA/KP)
Truk angkutan keluar dari Fuel Terminal Samarinda untuk membawa stok BBM ke tempat lain sebagai upaya menjaga pasokan energi tetap terjaga di berbagai wilayah di Kaltim. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – Munculnya isu ketahanan stok energi nasional hanya tersisa 20 hari imbas gangguan distribusi global, termasuk potensi dampak dari situasi di Selat Hormuz, diminta tidak disalahartikan oleh masyarakat.

Pertamina memastikan angka tersebut bukan berarti stok BBM akan habis dalam waktu tersebut. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan panic buying. Penjelasan itu disampaikan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyusul kekhawatiran sebagian masyarakat terkait ketersediaan energi nasional. Terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi bahan bakar.

Comrel Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menegaskan, ketahanan stok 20 hari merupakan standar minimal yang ditetapkan pemerintah, bukan gambaran sisa stok yang tersedia.

Baca Juga: Fuel Terminal BBM Bakal Dibangun di Palaran, Pemkot Pastikan Tata Ruang Area Industri, Bantu Sisi Administrasi

“Pemahaman ketahanan stok 20 hari itu jangan diterjemahkan sebagai sisa stok. Bukan seperti itu. Secara nasional pemerintah mengamanahkan bahwa stok energi, terutama BBM, harus memiliki ketahanan minimal 20 hari ke depan,” ujarnya, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, untuk menjaga ketahanan tersebut distribusi pasokan ke depot terus berjalan secara rutin. Kapal tanker pengangkut BBM secara berkala masuk untuk memastikan stok tetap berada pada level aman.

Dengan mekanisme itu, pasokan energi tidak bergantung pada satu pengiriman saja. Distribusi dilakukan berkelanjutan agar cadangan di setiap depot tetap terjaga.

“Kalau dilihat di depot-depot itu selalu ada tanker masuk dan sebagainya. Itu memang untuk memenuhi standar ketahanan stok 20 hari tersebut,” jelasnya. Terkait isu kemungkinan kenaikan harga BBM, Edi menegaskan Pertamina tidak memiliki kewenangan menentukan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2026: Pertamina Patra Niaga Siapkan Penambahan Stok Energi di Seluruh Kalimantan

Penetapan harga sepenuhnya berada di tangan pemerintah sebagai regulator. “Semua keputusan terkait harga BBM berada pada pemerintah sebagai regulator,” tegasnya.

Ia juga memastikan distribusi energi tetap berjalan hingga ke wilayah terpencil maupun daerah 3T di Kalimantan. Pertamina, kata dia, berupaya menjaga suplai tetap normal meskipun menghadapi berbagai tantangan distribusi.

“Ke wilayah pedalaman tetap kami suplai. Apalagi saat ini kami juga sedang mempersiapkan distribusi energi selama Ramadan dan menghadapi Idulfitri, jadi upaya menjaga pasokan tetap normal terus kami lakukan,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan #stok bbm #pertamina #Edi Mangun