KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Perdagangan luar negeri Kalimantan Timur awal tahun ini belum benar-benar cerah. Di tengah harapan pemulihan, kinerja ekspor justru terkoreksi cukup dalam pada Januari 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, total nilai ekspor nonmigas Kaltim ke 13 negara tujuan utama pada Januari 2026 yakni USD1.383,50 juta. Angka tersebut turun USD324,60 juta atau 19,00 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai USD1.708,10 juta.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengungkapkan, pelemahan terutama dipicu turunnya permintaan dari sejumlah mitra dagang utama. “Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Tiongkok yang turun USD235,07 juta (29,29 persen), India turun USD55,30 juta (22,49 persen), dan Jepang turun USD45,70 juta (30,32 persen),” jelasnya.
Baca Juga: Serapan Bulog Terbatas, Harga Gabah Petani Tenggarong Masih Dikuasai Tengkulak
Secara keseluruhan, total ekspor nonmigas Kaltim pada Januari 2026 tercatat USD1.469,12 juta. Nilai tersebut merosot USD571,56 juta atau 28,01 persen dibandingkan Desember 2025 yang senilai USD2.040,68 juta.
Jika dirinci, kawasan ASEAN masih menjadi salah satu pasar penting. Nilai ekspor nonmigas ke ASEAN pada Januari 2026 mencapai USD328,93 juta atau berkontribusi 22,39 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari kawasan itu, Filipina mencatat nilai USD146,39 juta, Malaysia USD79,85 juta, dan Vietnam USD71,82 juta.
Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa menunjukkan dinamika berbeda. Total nilai ekspor nonmigas ke kawasan tersebut USD26,13 juta dengan peranan 1,78 persen terhadap total ekspor nonmigas. Belanda dan Italia mulai mencatatkan nilai ekspor masing-masing USD17,34 juta dan USD5,11 juta pada Januari 2026, sedangkan Spanyol turun menjadi USD2,80 juta.
Baca Juga: Serapan Anggaran Pangan Baru di Awal 2026 Masih Minim, Baru Terserap Rp3,12 Miliar
Di kelompok negara utama lainnya, Tiongkok tetap menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD567,41 juta atau 38,62 persen dari total ekspor nonmigas Januari 2026. Disusul India USD190,61 juta (12,97 persen) dan Filipina USD146,39 juta (9,96 persen). Selain itu, ekspor ke Korea Selatan justru naik menjadi USD42,93 juta atau tumbuh 65,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Mesir juga mulai mencatat nilai ekspor USD30,91 juta.
“Pada Januari 2026, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor USD567,41 juta (38,62 persen), diikuti India dengan nilai USD190,61 juta (12,97 persen), dan Filipina USD146,39 juta (9,96 persen),” tutup Mas’ud. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki