Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perang Iran-Amerika Serikat Masih Berkecamuk, Benarkah Ini Tanda Ya’juj dan Ma’juj Akan Keluar? Ini Penjelasan Ulama

Uways Alqadrie • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:21 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Meningkatnya konflik geopolitik dunia, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan bahwa peperangan besar tersebut berkaitan dengan kemunculan Ya’juj dan Ma’juj, bangsa yang disebut dalam ajaran Islam sebagai perusak di akhir zaman.

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa peristiwa perang modern tidak dapat langsung dikaitkan dengan kemunculan Ya’juj dan Ma’juj. Dalam literatur Islam, keberadaan mereka memang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis, namun kemunculannya memiliki tahapan tertentu yang menjadi bagian dari tanda besar kiamat.

Kisah mengenai Ya’juj dan Ma’juj dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Kahfi ayat 94. Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa sekelompok manusia meminta bantuan kepada seorang pemimpin yang dikenal sebagai Zulkarnain untuk membangun tembok penghalang guna menahan kaum tersebut yang sering menimbulkan kerusakan di bumi.

Atas permintaan itu, Zulkarnain kemudian membangun sebuah dinding atau benteng yang sangat kuat untuk memisahkan mereka dari masyarakat lain.

Para ulama menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj bukan makhluk gaib, melainkan manusia biasa yang memiliki sifat merusak. Mereka dipercaya masih terkurung hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Kemunculan mereka baru akan terjadi pada masa akhir zaman, bahkan setelah turunnya Nabi Isa AS ke bumi. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Isa akan lebih dulu menghadapi dan mengalahkan Dajjal.

Setelah peristiwa tersebut, barulah Ya’juj dan Ma’juj keluar dari tempat mereka dikurung dan menyebar ke berbagai wilayah, membawa kerusakan yang sangat besar.

Dalam kondisi itu, Nabi Isa diperintahkan untuk membawa orang-orang beriman menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi seperti gunung atau perbukitan karena jumlah Ya’juj dan Ma’juj sangat banyak dan sulit dilawan.

Beberapa hadis juga menggambarkan besarnya populasi mereka. Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dari setiap seribu manusia, hanya satu yang selamat dari kebinasaan. Mayoritas dari jumlah tersebut berasal dari golongan Ya’juj dan Ma’juj.

Terkait lokasi mereka, sebagian penafsiran menyebutkan bahwa kaum tersebut berada di wilayah yang terkurung di antara dua gunung besar. Ketika penghalang itu runtuh, mereka akan keluar dan bergerak menuju berbagai wilayah.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka akan melewati wilayah Laut Mati hingga meminum airnya sampai habis sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Baitul Maqdis.

Hadis juga menggambarkan ciri fisik Ya’juj dan Ma’juj, antara lain memiliki wajah lebar, mata sipit, serta kulit kekuningan. Mereka juga digambarkan bergerak dalam jumlah sangat besar dan turun dari setiap dataran tinggi ketika keluar dari tempatnya.

Meski banyak penjelasan dalam literatur keislaman mengenai mereka, para ulama menegaskan bahwa waktu pasti kemunculan Ya’juj dan Ma’juj merupakan rahasia Allah SWT.

Karena itu, berbagai peristiwa geopolitik di dunia, termasuk peperangan yang terjadi saat ini, tidak dapat secara langsung disimpulkan sebagai tanda munculnya Ya’juj dan Ma’juj tanpa dasar yang jelas.

Editor : Uways Alqadrie
#Perang Iran Amerika #ali khamenei tewas #Ayatullah Ali Khamenei #konflik timur tengah #Israel #iran