Laporan media Al Jazeera menyebutkan, putra Smotrich terluka bersama sejumlah tentara lain yang bertugas di area tersebut. Namun pihak kementerian memastikan kondisinya saat ini stabil setelah mendapatkan perawatan medis.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sedikitnya dua drone pengintai milik Israel jenis Heron.
Menurut IRGC, sistem pertahanan udara Iran terus siaga untuk menghadapi pesawat atau drone yang dianggap sebagai ancaman, termasuk dari Israel maupun United States.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut disebut membuka babak baru eskalasi konflik di kawasan yang sudah memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Editor : Uways Alqadrie