Serangan tersebut menyasar kapal tanker minyak yang berada di perairan Kuwait serta fasilitas kilang minyak di Bahrain.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan itu menyebabkan kapal tanker yang menjadi target terbakar. Informasi tersebut disampaikan oleh Markas Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters yang bertanggung jawab mengoordinasikan operasi militer Iran saat konflik berlangsung.
Pada waktu yang sama, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga mengumumkan penggunaan rudal generasi terbaru dalam operasi tersebut. Rudal itu disebut diarahkan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk serta beberapa titik di wilayah Israel.
Beberapa lokasi yang diklaim menjadi sasaran antara lain Bandara Internasional Ben Gurion Airport, kota Haifa, dan Tel Aviv.
Selain itu, militer Iran juga mengerahkan drone tempur untuk menyerang posisi pasukan Amerika di Kamp Udairi di Kuwait. Fasilitas yang kini dikenal sebagai Camp Buehring tersebut merupakan salah satu pangkalan militer utama AS di wilayah barat laut Kuwait.
Di Bahrain, serangan rudal Iran dilaporkan sempat memicu kebakaran di kompleks kilang minyak milik perusahaan energi negara, Bapco Energies, yang berada di Pulau Sitra.
Pusat Komunikasi Pemerintah Bahrain menyebut api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Operasional kilang minyak tetap berjalan normal dan tidak ada laporan korban luka akibat insiden tersebut.
Serangan terbaru ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Situasi kawasan pun semakin tegang seiring saling balas serangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Editor : Uways Alqadrie