KALTIMPOST.ID-Penunjukan wasit asal Bandung, Yudi Nurcahya, untuk memimpin pertandingan Borneo FC Samarinda kontra Persebaya Surabaya menuai sorotan. Laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (7/3/2026) itu dinilai berpotensi memunculkan polemik.
Maklum, posisi Borneo FC saat ini sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar juara liga bersama Persija Jakarta dan Persib Bandung. Selisih poin di papan atas sangat tipis, sehingga setiap pertandingan memiliki arti krusial.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, secara terbuka mempertanyakan keputusan penunjukan wasit tersebut. Ia menilai, pemilihan pengadil lapangan yang berasal dari kota yang sama dengan salah satu tim pesaing bisa memunculkan persepsi negatif.
“Posisi tiga besar sekarang sangat tipis poinnya. Kalau seperti ini pasti akan timbul curiga,” ucap Dandri. Menurutnya, penyelenggara kompetisi semestinya dapat menunjuk wasit dari daerah lain yang lebih netral. Sebab, Indonesia memiliki cukup banyak wasit berlisensi yang mampu memimpin pertandingan penting.
Dandri juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat Yudi memimpin pertandingan Borneo FC menghadapi Bali United di Stadion Segiri pada putaran pertama musim ini. Kala itu beberapa keputusan wasit dinilai merugikan tim Pesut Etam dan sempat menjadi sorotan.
Tak hanya itu, nama Yudi juga pernah mendapat kritik dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Kritik tersebut muncul setelah laga persahabatan antara Indonesia national football team melawan Bangladesh national football team pada FIFA Matchday, 1 Juni 2022, yang berakhir tanpa gol.
Meski begitu, Dandri menegaskan kekhawatirannya bukan karena Borneo FC takut menghadapi Persebaya. Ia hanya ingin pertandingan berjalan adil dan terhindar dari polemik.
“Bukan soal takut atau tidak adil. Tapi kenapa harus ada aroma kedaerahan. Ini bisa menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya. Ia berharap ke depan penunjukan wasit lebih mempertimbangkan faktor netralitas, terutama untuk pertandingan yang menentukan posisi di papan atas klasemen. (*)
Editor : Muhammad Rizki