KALTIMPOST.ID – Di tengah meningkatnya kekhawatiran akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, perjalanan umrah Ramadan bagi sebagian jamaah Indonesia tetap berjalan normal.
Setidaknya hal itu terjadi pada jamaah yang diberangkatkan oleh NRA Group, yang hingga kini masih menjalankan seluruh jadwal keberangkatan tanpa penundaan.
Direktur Pengembangan Bisnis NRA Group Muhammad Atsiir Abdul Azis menegaskan bahwa operasional umrah Ramadan masih berjalan sesuai rencana karena menggunakan maskapai dengan rute penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Menurutnya, penutupan penerbangan yang ramai dibicarakan belakangan ini tidak sepenuhnya terjadi di Arab Saudi. Penutupan lebih banyak terjadi pada beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang terdampak langsung situasi konflik.
“Memang di Saudi ada kejadian, tapi itu di Riyadh dan jaraknya jauh dari Jeddah, Mekkah, maupun Madinah,” jelas Atsiir. Dia mengatakan, sejumlah maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi hingga kini masih beroperasi normal.
Termasuk Garuda Indonesia yang digunakan oleh NRA Group untuk memberangkatkan jamaah. “Untuk rute yang direct seperti Garuda Indonesia, Lion Air yang langsung dari Jakarta itu memang masih buka. Tidak ada transit dan sampai sekarang masih berjalan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Atsiir memastikan jamaah NRA yang berangkat pada periode Ramadan tidak mengalami kendala perjalanan. Seluruh jadwal keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana.
Dia menyebutkan, pada 5 Maret 2026 jamaah NRA telah diberangkatkan menuju Tanah Suci dan perjalanan berlangsung lancar. Jadwal berikutnya juga sudah dipastikan tetap berjalan.
“Kita kebetulan tanggal 5 pagi ada keberangkatan berjalan dengan lancar naik Garuda. Nanti kita ada lagi tanggal 7 Maret juga masih berjalan sesuai plan,” jelasnya.
Dia menambahkan, operasional bandara utama di Arab Saudi juga masih dibuka untuk penerbangan internasional. Pemerintah Arab Saudi hingga kini tidak mengeluarkan larangan perjalanan bagi jamaah umrah.
Meski demikian, kondisi keamanan di sekitar lokasi ibadah tetap diperketat oleh otoritas setempat sebagai langkah antisipasi. “Keamanannya memang sudah lebih banyak, apalagi ditambah alat-alat untuk penahanan rudal di sekitar area,” ungkapnya.
Menurut Atsiir, peningkatan keamanan tersebut justru menjadi sinyal bahwa pemerintah Arab Saudi berupaya menjaga keselamatan jamaah. Dengan situasi tersebut, NRA memastikan seluruh program umrah Ramadan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan sejak awal. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo