Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Atasi Isolasi Perbatasan, Pembangunan 9 Jembatan dan Jalan Nasional Mahulu Target Tuntas 3 Tahun

Denny Saputra • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:53 WIB

Alat berat milik BBPJN saat melakukan pekerjaan pematangan lahan  di ruas jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu.
Alat berat milik BBPJN saat melakukan pekerjaan pematangan lahan di ruas jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu.

SAMARINDA-Pembangunan jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu terus dipercepat. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) bersama Pemprov Kaltim berbagi penanganan pada ruas Tering hingga Ujoh Bilang.

Kolaborasi ini ditempuh untuk mempercepat konektivitas wilayah perbatasan yang selama ini masih terbatas. Penanganan ruas tersebut masuk dalam program pekerjaan beberapa tahun ke depan.

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 412 miliar untuk pekerjaan sepanjang kurang lebih 4,6 kilometer yang dikerjakan dalam periode tiga tahun.

Baca Juga: Truk ODOL Marak di Kubar, BBPJN Kaltim Tegaskan Tidak Pernah Beri Izin Melintas di Jalan Nasional

Asisten Perencanaan/Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama Satker Ruas Simpang Tering–Kaltara–Kalbar, Sylvio Tegar Pratama, menjelaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan kondisi medan.

“Masih ada sekitar 10 kilometer yang belum tertangani. Dari panjang itu provinsi akan mengerjakan sekitar lima kilometer dan sisanya ditangani BBPJN,” ujarnya, Minggu (8/3). Selain pembangunan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan sembilan jembatan di sepanjang segmen yang ditangani pemerintah pusat.

Infrastruktur itu diperlukan karena ruas tersebut melintasi sejumlah alur sungai kecil dan kontur wilayah yang cukup kompleks. Sylvio menyebut konstruksi jalan yang ditangani pemerintah pusat menggunakan perkerasan aspal, sedangkan segmen yang ditangani Pemprov Kaltim menggunakan rigid beton.

Baca Juga: Ruas Sp Belusuh–Batas Kalteng Rusak Parah, BBPJN Kaltim Fokus Tangani Gunung Odang

“Visualnya memang bisa dibedakan, kalau yang pusat menggunakan aspal, sementara provinsi menggunakan rigid,” jelasnya. Menurutnya, durasi pekerjaan hingga tiga tahun dipengaruhi kondisi jalan eksisting yang memiliki kemiringan cukup curam sehingga memerlukan pekerjaan tanah dalam skala besar.

Penurunan elevasi harus dilakukan agar memenuhi standar keselamatan jalan nasional. “Posisi jalan lama menanjak, jadi harus diturunkan sesuai standar. Banyak pekerjaan tanah sehingga prosesnya memerlukan waktu,” terangnya.

Tantangan lain juga datang dari distribusi material proyek. Sebagian material masih harus diangkut melalui jalur sungai yang bergantung pada kondisi pasang surut Sungai Mahakam. “Pengiriman material sangat bergantung pada kondisi Sungai Mahakam. Saat air surut sulit dilalui, saat pasang juga ada kendala,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#mahulu #kaltim #BBPJN Kaltim #Mahakam Ulu #Kutai Barat #jalan nasional