KALTIMPOST.ID,TOKYO-Budaya ketepatan waktu di Negeri Sakura kembali menjadi buah bibir dunia. Kali ini, Menteri Keamanan Ekonomi Jepang, Kimi Onoda, mendadak viral setelah terekam kamera berlari kencang menuju ruang rapat kabinet pada Jumat (6/3) pagi.
Meski hanya terlambat lima menit, sang menteri merasa perlu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Jepang.
Momen dramatis tersebut terekam saat Onoda (43) melompat turun dari taksi tepat di depan gedung pertemuan. Sambil menjinjing tas tangan dan didampingi seorang ajudan yang ikut terengah-engah, politikus Partai Demokrat Liberal (LDP) ini berlari melewati kerumunan wartawan.
Baca Juga: Era Baru Pemimpin Iran Dimulai, Rudal Langsung Sasar Wilayah Israel
Ia bahkan terlihat menuruni tangga dengan terburu-buru demi mengejar rapat yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi. Di dalam ruangan, kamera sempat menyorot kursi Onoda yang kosong saat anggota kabinet lain sudah berdiri merapikan jas menyambut PM.
Usai rapat, Onoda tidak mencari pembelaan diri. Meski penyebab keterlambatannya adalah faktor eksternal berupa kemacetan parah akibat kecelakaan lalu lintas, ia tetap merasa gagal menjaga amanah waktu.
"Saya terjebak kemacetan karena ada kecelakaan dan kendaraan tidak bisa bergerak. Saya akan lebih waspada dan meningkatkan manajemen krisis agar hal serupa tidak terulang di masa depan," tegas Onoda seperti dikutip dari laporan Daily Mail.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Naik Takhta Kepemimpinan Iran: Israel dan AS Pastikan Jadi Sasaran Target
Sikap Onoda ini menuai simpati luas di media sosial, termasuk di platform X. Banyak netizen memuji rasa tanggung jawabnya. Apalagi, Onoda dikenal memiliki kebiasaan datang 15 hingga 20 menit lebih awal dalam setiap agenda.
"Permintaan maafnya yang cepat adalah contoh teladan bagi politikus. Ini bukan sekadar soal lima menit, tapi soal menghargai kepercayaan publik," tulis salah satu pengguna X. Di Jepang, ketepatan waktu adalah nilai sakral. Terlambat sering kali dianggap sebagai bentuk kelalaian atau ketidakandalan yang dapat merusak reputasi seorang pejabat publik.
Profil "Bintang Baru" Sayap Kanan
Kimi Onoda bukan sosok sembarangan di kancah politik Jepang. Terpilih sebagai anggota Dewan Penasihat sejak 2016, ia baru saja menjabat sebagai Menteri Keamanan Ekonomi pada Oktober tahun lalu.
Di kalangan pendukungnya, ia dijuluki sebagai "bintang baru" kelompok sayap kanan, bahkan sering dibanding-bandingkan dengan sosok Joan of Arc karena ketegasannya. Onoda dikenal memiliki pandangan garis keras, terutama terkait isu imigrasi dan penegakan hukum bagi warga asing yang melanggar aturan di Jepang.
Aksi "lari maratonnya" tempo hari seolah mempertegas citra Onoda sebagai pejabat yang sangat memegang teguh kedisiplinan, sebuah standar yang diharapkan bisa menjadi tolok ukur bagi pemimpin di negara lain. (*)
Editor : Dwi Puspitarini