Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Progres Hanya 17 Persen, Fraksi PDIP Desak Pansus RS Sayang Ibu Segera Berjalan

Dina Angelina • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:27 WIB

Ketua Fraksi PDIP, Harris, saat memberikan keterangan terkait usulan pansus RS Sayang Ibu Balikpapan. (DINA ANGELINA/KP)
Ketua Fraksi PDIP, Harris, saat memberikan keterangan terkait usulan pansus RS Sayang Ibu Balikpapan. (DINA ANGELINA/KP)

BALIKPAPAN - Fraksi PDI Perjuangan secara tegas meminta pembentukan Pansus RS Sayang Ibu tetap dilanjutkan sebagai syarat transparansi sebelum pengajuan anggaran berikutnya. 

Langkah ini didukung oleh empat dari enam fraksi di DPRD Balikpapan guna mengungkap kendala utama yang menyebabkan kontraktor gagal memenuhi kewajiban dalam proyek strategis tersebut.

Ketua Fraksi PDIP Harris mengatakan, alasan utama perlu pembentukan pansus untuk mengetahui kendala proyek. RS Sayang Ibu merupakan program yang sudah berjalan 3-4 tahun semenjak perencanaan. 

Baca Juga: RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat Ditarget Lanjut 2027, DPRD Pastikan Proses Pembangunan Sesuai Aturan

“Semua perencanaan berada di pemerintah kota, kami hanya menyepakati anggaran,” katanya, Senin (9/3). Sembari waktu berjalan, ternyata kontraktor tidak dapat melakukan kewajiban. 

Bahkan setelah mendapat perpanjangan waktu, proyek yang berlokasi di Balikpapan Barat ini masih tidak mampu berjalan sesuai dengan rencana. Seharusnya proyek ini bisa rampung 100 persen 2025. 

Namun sayang dari laporan terakhir, progres RS Sayang Ibu hanya mampu mencapai 17 persen. “Sementara kontraktor sudah menarik dana uang muka 20 persen,” tuturnya. 

Baca Juga: Progres RS Sayang Ibu Sekitar 20 Persen, Padahal Deadlinenya Sampai November 2025

Haris menegaskan, pansus penting untuk melakukan kajian kembali apa perencanaan sudah benar. Apalagi dengan gagal pelaksanaan ini berarti merugikan masyarakat.

Jika nanti mengajukan kembali dana, Fraksi PDIP belum tentu akan menyetujui usulan. “Makanya kami minta pansus untuk mengetahui ada masalah apa supaya semua clear,” bebernya.

Apabila pansus tidak berjalan, bagaimana pemerintah kota dapat memberi kepercayaan lagi. Ketika meminta atau mengusulkan anggaran pembangunan RS Sayang Ibu kepada legislatif.

“Misalnya saat pembahasan anggaran, saya tidak berani memutuskan karena tidak tahu masalahnya di mana,” tuturnya. Maka perlu pembentukan pansus sebelum ada langkah selanjutnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#dprd balikpapan #Rumah Sakit Sayang Ibu #Balikpapan Barat #Fraksi PDIP Balikpapan