Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Karena Konflik Global, Jenderal Agus Subiyanto Sebut Siaga 1 Militer Prosedur Rutin

Ari Arief • Kamis, 12 Maret 2026 | 12:00 WIB

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya angkat bicara terkait Surat Telegram Nomor TR/283/2026 yang menetapkan status Siaga 1 bagi seluruh prajurit TNI sejak awal Maret lalu.

Menurutnya, instruksi tersebut merupakan prosedur standar di lingkungan militer untuk memastikan kesiapan personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Ditemui usai peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3), Panglima menjelaskan bahwa status Siaga 1 ini erat kaitannya dengan peran TNI dalam mitigasi bencana.

“Siaga 1 itu istilah yang lazim di militer. Saya instruksikan ini terutama untuk satuan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, setiap Kodam menyiagakan satu batalyon dengan status Siaga 1 agar bisa bergerak cepat jika terjadi bencana di wilayahnya,” urai Agus.

Baca Juga: TNI Siaga 1 Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Komisi I Soroti Simpang Siur Informasi

Uji Kecepatan Gerak ke Ibu Kota

Panglima juga mengklarifikasi terkait keberadaan sejumlah kendaraan taktis (rantis) dan konsentrasi prajurit di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Ia menyebut pergerakan tersebut merupakan bagian dari simulasi untuk menghitung waktu tempuh pasukan dari titik asal menuju pusat kota.

“Kami sedang menguji kesiapsiagaan personel dan materiilnya. Kami hitung berapa menit waktu yang dibutuhkan dari wilayah-wilayah penyangga untuk masuk ke Jakarta. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, pasukan bisa digerakkan dengan cepat,” tegasnya.

Fokus Pengamanan Hari Besar

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Telegram Panglima TNI Soal Status Siaga 1

Saat ini, personel dan rantis yang sempat bersiaga di pusat kota telah ditarik kembali ke kesatuan masing-masing. Jenderal Agus menyatakan bahwa fokus TNI selanjutnya adalah mendukung kepolisian dalam mengamankan perayaan hari besar keagamaan.

“Sudah mulai dikembalikan ke satuan. Sekarang fokus membantu Polri dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” tambahnya.

Meski isu ini sempat dikaitkan dengan memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Panglima enggan memberikan komentar lebih jauh. Ia hanya kembali menekankan bahwa Siaga 1 adalah bentuk audit kesiapan internal.

“Tidak ada rentang waktu khusus. Ini murni uji kesiapsiagaan. Begitu pengecekan selesai, personel kembali ke markas masing-masing,” ujarnya.(*)

Editor : Hernawati
#siaga 1 #tni #rantis #monas #mitigasi bencana