KALTIMPOST.ID-Peristiwa berdarah terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di wilayah Belusuh, Kecamatan Siluq Ngurai, Kamis (12/3) sore.
Insiden tersebut bermula dari kecelakaan lalu lintas yang kemudian berujung pada aksi penganiayaan.
Akibat kejadian itu, dua orang korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas yang berada di lokasi menyebutkan bahwa kedua korban saat ini masih dalam kondisi hidup dan sedang menjalani perawatan intensif.
“Keduanya sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dan keduanya masih hidup,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika sebuah sepeda motor milik pelaku penganiayaan berhenti di pinggir jalan karena mengalami kendala.
Dalam kondisi tersebut, sepeda motor tersebut kemudian ditabrak oleh sebuah mobil yang dikendarai korban.
Benturan tersebut menyebabkan istri pelaku yang berinisial D mengalami luka di bagian kepala hingga sempat tidak sadarkan diri.
Kondisi itu diduga memicu emosi pelaku berinisial J. Diduga karena terpancing emosi melihat istrinya terluka, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap sopir mobil berinisial S.
Dalam peristiwa tersebut, korban S mengalami luka cukup serius. Ia mengalami luka di bagian tangan akibat menangkis senjata tajam (sajam) serta luka di bagian punggung.
Sementara itu, korban kecelakaan berinisial D juga mengalami luka akibat benturan saat kejadian.
Kedua korban saat ini dirawat di rumah sakit yang berbeda. Korban kecelakaan berinisial D dirawat di Rumah Sakit Santa Familia. Sedangkan korban penganiayaan berinisial S mendapatkan perawatan di RSUD Harapan Insan Sendawar.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. Selain memastikan kondisi korban, aparat juga terus mendalami kronologi kejadian untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden yang bermula dari kecelakaan lalu lintas tersebut. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.