Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Iran Klaim AS Tak Berani Dekati Teluk Persia, IRGC Sebut Rudal yang Dipakai Sudah Berusia 10 Tahun

Uways Alqadrie • Senin, 16 Maret 2026 | 16:56 WIB

IRGC kerap memperingatkan bahwa mereka mampu mengawasi bahkan mengganggu pergerakan kapal dan armada militer AS di Selat Hormuz. (Foto ist)
IRGC kerap memperingatkan bahwa mereka mampu mengawasi bahkan mengganggu pergerakan kapal dan armada militer AS di Selat Hormuz. (Foto ist)
KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sebagian besar rudal yang digunakan dalam serangan terhadap target Amerika Serikat dan Israel sebenarnya merupakan persenjataan lama yang diproduksi sekitar satu dekade lalu.

Sementara itu, senjata yang lebih canggih disebut masih disimpan sebagai cadangan.

Juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan sejak konflik dimulai pada 28 Februari, Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke sasaran yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan rudal yang saat ini digunakan berasal dari produksi lama.

Baca Juga: Setelah Miliki 6 Jari, Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi Diduga Pakai AI Tingkat Tinggi

Menurut Naeini, Iran masih memiliki banyak persenjataan baru yang belum dikerahkan dalam pertempuran. Ia menyebut kemampuan militer Iran telah berkembang pesat sejak konflik-konflik sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Naeini juga menantang klaim Amerika Serikat terkait kekuatan angkatan laut Iran. Ia menyebut kapal perang AS tidak berani mendekati wilayah Teluk Persia dan memilih bertahan di sekitar Teluk Oman.

Ia mengklaim kapal-kapal militer Amerika berada pada jarak sekitar 300 hingga 400 mil dari kawasan Teluk Persia setelah Iran meluncurkan serangan rudal jelajah. Menurutnya, serangan tersebut memaksa kapal-kapal itu mundur dari area operasi.

Naeini bahkan menuding sebagian kapal AS kemungkinan mengalami kerusakan dan ditarik keluar dari misi untuk menjalani perbaikan. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons Iran terhadap klaim Washington yang menyebut kekuatan angkatan laut Iran telah dilemahkan.

Iran juga menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh mereka dan menjadi wilayah strategis yang tidak mudah ditembus oleh kekuatan militer asing.

Editor : Uways Alqadrie
#Perang Iran Amerika #benjamin netanyahu #IRGC Iran #rudal iran ke israel #Israel #iron dames #donald trump