Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lebaran Tanggal Berapa? Tunggu Sidang Isbat 19 Maret, Idul FItri 1447 H Diprediksi Beda Hari

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:57 WIB

Ilustrasi pengamatan hilal untuk Idul Fitri 2026. (Foto: Generator AI)
Ilustrasi pengamatan hilal untuk Idul Fitri 2026. (Foto: Generator AI)


KALTIMPOST.ID-Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 H, pencarian informasi terkait jadwal sidang isbat Idul Fitri 2026 semakin meningkat. Agenda tahunan ini menjadi penentu resmi kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat yang menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Hasil resmi Lebaran 2026 baru diumumkan setelah sidang selesai digelar.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Baca Juga: Ganda Campuran Terry Hee/Gloria Widjaja Bubar Cepat, Padahal Sempat Nyaris Kalahkan Ranking 1 Dunia

Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2026

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 H.

Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Rangkaian acara diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah itu, sidang isbat digelar secara tertutup sebelum Menteri Agama mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 H kepada publik.

Sidang ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar astronomi, hingga perwakilan lembaga seperti BMKG dan BRIN, serta organisasi masyarakat Islam.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Tak Boleh untuk MBG, CALS Ajukan Uji Materi ke MK

Prediksi Idul Fitri 2026: Berpotensi 21 Maret

Sejumlah pihak memprediksi Idul Fitri 2026 berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini merujuk pada posisi hilal yang diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Standar MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, hasil perhitungan menunjukkan ketinggian hilal berada di kisaran 0–3 derajat, dengan elongasi sekitar 4–6 derajat.

Artinya, hilal kemungkinan belum dapat terlihat. Jika kondisi ini terkonfirmasi melalui rukyat, maka Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Prediksi serupa juga disampaikan oleh BMKG. Data menunjukkan posisi hilal di Indonesia masih berada di bawah standar visibilitas, sehingga peluang terlihat sangat kecil.

Hal senada juga diungkapkan peneliti astronomi dari BRIN yang menilai hilal belum memenuhi syarat untuk diamati pada 19 Maret 2026.

Meski demikian, seluruh prediksi tersebut masih bersifat sementara. Keputusan resmi mengenai Idul Fitri 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah.



Editor : Thomas Priyandoko
#sidang isbat idul fitri #Lebaran 1447 Hijriah #sidang isbat 1 syawal 1447 h