Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Trump Klaim Israel yang Serang Ladang Gas Iran, AS dan Qatar Tidak Terlibat

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

 

Kepulan asap membumbung dari lokasi serangan di Tehran pada 17 Maret 2026. (Foto: AFP)
Kepulan asap membumbung dari lokasi serangan di Tehran pada 17 Maret 2026. (Foto: AFP)


KALTIMPOST.ID, WASHINGTON –Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran dilakukan oleh Israel tanpa melibatkan AS maupun Qatar.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan bahwa pemerintah AS tidak mengetahui secara langsung rencana serangan tersebut. Ia juga memastikan bahwa Qatar tidak memiliki keterlibatan apa pun.

“Amerika Serikat tidak mengetahui serangan ini, dan Qatar sama sekali tidak terlibat,” ujarnya.

Serangan terhadap ladang gas South Pars disebut menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik antara Israel dan Iran. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari ladang gas terbesar di dunia yang dikelola bersama Iran dan Qatar.

Baca Juga: Harga BBM Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya Yudhi Sadewa: APBN Kita Masih Kuat

Meski demikian, hingga kini pihak Israel belum memberikan klaim resmi terkait serangan tersebut.

Iran sebelumnya menyebut serangan terjadi pada 18 Maret 2026 dan berdampak besar terhadap sektor energi, sekaligus memicu lonjakan harga minyak dunia.

Trump juga menyatakan Israel tidak akan melanjutkan serangan ke fasilitas South Pars. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa AS akan bertindak jika Iran menyerang Qatar.

Menurutnya, jika hal tersebut terjadi, Amerika Serikat siap mengambil langkah militer besar terhadap fasilitas energi tersebut.

Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Hari Ini 19 Maret: Ini Lokasi dan Link Live Streaming

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Iran dilaporkan merespons dengan serangan ke sejumlah target energi di kawasan Teluk, termasuk wilayah Arab Saudi dan fasilitas energi di Qatar.

Konflik ini memicu kekhawatiran global karena berdampak langsung pada pasokan energi dan stabilitas harga minyak dunia.

Situasi yang terus memanas membuat pasar energi global bergejolak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#trump #war #washington #Israel #as #iran