Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Investasi Raksasa USD 15 Miliar, Eni Resmi Ketok Palu Proyek Gas Kaltim

Ari Arief • Kamis, 19 Maret 2026 | 12:00 WIB

Ilustrasi industri migas.
Ilustrasi industri migas.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Sektor hulu migas di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat suntikan energi besar. Perusahaan migas asal Italia, Eni, resmi menetapkan Final Investment Decision (FID) atau keputusan investasi akhir untuk dua proyek gas lepas pantai strategis North Hub (Geng North-Gehem) dan South Hub (Gendalo-Gandang).

Langkah ini menjadi sinyal hijau bagi dimulainya konstruksi skala besar di perairan Benua Etam. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh mempercepat proyek ini agar dampaknya segera dirasakan oleh ekonomi daerah maupun nasional.

"Investasi ini mencapai USD 15 miliar (sekitar Rp 235 triliun). Saat ini, Eni tengah menjalankan tender pengadaan barang dan jasa secara paralel, bahkan sudah melakukan pembelian untuk komponen dengan masa tunggu lama (Long Lead Item)," ujar Djoko dalam keterangan resminya dikutip Kamis (19/3).

Baca Juga: Harga BBM Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya Yudhi Sadewa: APBN Kita Masih Kuat

Salah satu poin krusial dalam proyek ini adalah penggunaan infrastruktur yang sudah ada untuk menekan biaya operasional. Eni berencana memaksimalkan peran FPU Jangkrik serta menghidupkan kembali Train F di Kilang LNG Bontang. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat proses komersialisasi gas ke pasar.

Proyek ini terbagi dalam dua wilayah pengembangan utama. South Hub (Gendalo-Gandang)melibatkan pengeboran 7 sumur di kedalaman 1.000 hingga 1.800 meter. North Hubmencakup 16 sumur di kedalaman ekstrem 1.700 hingga 2.000 meter yang akan terhubung ke fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) baru.

Dengan total cadangan fantastis mencapai 10 TCF gas dan 550 juta barel kondensat, produksi perdana ditargetkan mulai mengalir pada 2028. Puncak produksi diprediksi terjadi pada 2029 dengan kapasitas menembus 2 miliar kaki kubik gas per hari.

Nantinya, pasokan gas tersebut akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik serta pasar ekspor melalui Kilang LNG Bontang. Sementara itu, kondensat akan diangkut menggunakan kapal tanker langsung dari fasilitas FPSO di tengah laut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#italia #sumur #eni #kaltim #skk migas