KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Lantunan takbir menggema di area Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3/2026). Sejak dini hari, puluhan ribu umat Muslim mulai berdatangan untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Warga Samarinda tampak berbondong-bondong memadati area masjid demi mendapatkan tempat terbaik. Antusiasme jemaah membuat masjid yang dikenal sebagai salah satu terbesar di Asia Tenggara itu mulai penuh sejak pukul 07.00 Wita.
Tak hanya ruang utama, halaman masjid ikut dipenuhi jemaah. Hamparan sajadah, koran, hingga spanduk terlihat digunakan sebagai alas salat.
Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 07.32 Wita. Bertindak sebagai imam Ustadz H. Abdullah Al Makki, bilal Ustadz Jumardin Syarifuddin, sementara khotbah disampaikan Rektor UINSI Samarinda, Prof Zurnalis.
Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim, Irianto Lambrie, memperkirakan jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 40 ribu orang. Persiapan pelaksanaan salat disebutnya telah dilakukan konsolidasi internal guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar.
Irianto menegaskan, kebersihan menjadi perhatian utama. Seluruh petugas, mulai dari kebersihan, keamanan hingga teknisi sarana dan prasarana, dikoordinasikan secara langsung untuk memastikan kondisi masjid tetap nyaman bagi jemaah.
“Mulai dari toilet, tempat salat, lingkungan masjid sampai selasar harus bersih dari debu dan kotoran. Kebersihan itu wajib,” ujarnya.
Persiapan pelaksanaan salat Id disebut telah dilakukan bertahap sejak satu bulan sebelum Idulfitri. Sejumlah fasilitas diperbaiki, di antaranya pembaruan area penitipan alas kaki dengan kapasitas lebih besar, perbaikan toilet dan tempat wudu, hingga pengoperasian kembali lift dan eskalator yang sebelumnya sempat tidak berfungsi.
Meski demikian, satu unit fasilitas masih menunggu ketersediaan suku cadang. Irianto menyebut, pelayanan fisik kepada jemaah menjadi prioritas utama pengelola. “Yang paling utama adalah ketertiban dan kebersihan,” tegasnya.
Dari sisi keamanan, pengelola menyiagakan sedikitnya 16 personel satpam yang berpatroli di area masjid. Pengamanan juga diperkuat dengan dukungan Satpol PP di sejumlah titik strategis.
Selain itu, pengawasan diperketat melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut masjid guna mengantisipasi potensi tindak kriminal. Seluruh aktivitas area masjid disebut dapat dipantau selama 24 jam. “Sekarang sudah dilengkapi CCTV, jadi seluruh area termonitor,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki