Kapolsek Kota Pariaman, Hijrul Aswad, mengungkapkan kejadian bermula saat korban tidak ditemukan di rumahnya sejak waktu subuh menjelang Salat Id. Suami korban kemudian meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian.
“Korban diketahui tidak berada di rumah sejak pagi, sehingga keluarga berinisiatif mencarinya di sekitar lingkungan,” ujarnya, Minggu (22/3).
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di belakang rumah kerabatnya. Ia segera dilarikan ke RSUD M Yamin Pariaman untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun karena kondisinya terus menurun, korban dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti berupa satu botol racun rumput merek Gramoxone yang diduga telah diminum korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan ekonomi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kondisi tersebut disebut memicu depresi hingga korban nekat mengambil langkah tragis.
“Korban diduga tertekan masalah ekonomi. Kebutuhan meningkat menjelang Lebaran, sementara kondisi keuangan tidak mencukupi,” jelas Kapolsek.
Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Polisi pun telah melakukan serangkaian langkah penanganan, termasuk pemeriksaan saksi dan penyusunan laporan kejadian.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mental dan dukungan sosial, khususnya bagi masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi.
Editor : Uways Alqadrie